Selasa, 28 September 2021

Hubungan Dukungan Sosial Rekan Kerja dengan Kepuasan Kerja (skripsi dan tesis)


Pekerjaan merupakan suatu hal yang sangat dibutuhkan bagi setiap
orang. Seseorang bekerja karena ada sesuatu yang hendak dicapainya, dan
berharap bahwa aktifitas kerja dapat membawa keadaan yang lebih
memuaskan daripada sebelumnya (Anoraga, 2006).
Bagi seorang karyawan wanita yang masih lajang umumnya akan
lebih banyak menghabiskan waktu di perusahaan. Memiliki rekan kerja
yang mendukung atau mendapat dukungan sosial rekan kerja berarti
bahwa bagi kebanyakan karyawan, kerja juga dapat memenuhi kebutuhan
akan interaksi sosial (Gerungan, 2004).
Sarafino & Smith (2011) mengungkapkan karyawan dengan dukungan
sosial yang tinggi dapat berharap bahwa rekan kerjanya akan
membantunya, seperti dengan meminjamkan uang atau memberi nasihat
tentang cara mendapatkannya. Dukungan sosial rekan kerja dapat
mengurangi tekanan pada karyawan wanita yang masih lajang. Individu
dengan dukungan sosial yang tinggi mungkin memiliki rekan yang
memberikan solusi untuk mengatasi sebuah masalah, meyakinkan bahwa
masalah tersebut tidak terlalu penting, atau mendukung untuk melihat sisi
baiknya. Karyawan wanita yang masih lajang akan merasa ringan dalam
menghadapi berbagai tekanan tersebut, kemudian merasa nyaman saat
bekerja, dapat menghasilkan pekerjaan sesuai harapan yang akan
membuatnya puas terhadap pekerjaannya..
Hal ini juga didukung oleh penelitian Daskaputra (2016) yang
menunjukkan bahwa pemberian dukungan sosial dari rekan kerja dapat
mengurangi tingkat kecemasan yang dihadapi karyawan sehingga
menimbulkan perasaan nyaman, dihargai dan diterima dalam diri karyawan
yang berdampak positif terhadap kepuasan kerja.,
Aspek dukungan sosial yang diungkapkan oleh House (dalam Smet,
1994) aspek pertama yaitu dukungan emosional, yang mencakup ungkapan
empati, kepedulian dan perhatian terhadap orang yang bersangkutan.
Dukungan emosional ini diperoleh dari rekan kerja dalam bentuk ucapan
simpati, pemberian perhatian seperti menanyakan kabar/keadaan,
memberikan rasa nyaman, hal ini dapat menekan terjadinya kelelahan
emosional.
Hasil penelitian Theovany (2018) menunjukkan adanya perasaan
empati, kepedulian dan perhatian yang diberikan oleh rekan kerja akan
membuat karyawan mudah meredam perasaan emosionalnya, sehingga akan
menanggapi suatu hambatan dan berbagai kesulitan dengan cara yang lebih
positif untuk menekan perasaan stres. Hal ini didukung oleh penelitian yang
dilakukan oleh Hastuti (2015) bahwa dukungan emosional berpengaruh
positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Oleh karena itu, semakin
tinggi dukungan emosional yang dirasakan maka kemungkinan semakin
tinggi pula kepuasan kerja karyawan wanita yang masih lajang.
Aspek kedua adalah dukungan instrumental yang mencakup bantuan
secara langsung, seperti meminjamkan uang atau waktu luang untuk
membagi pengalaman pribadi. Dukungan instrumental akan membuat para
karyawan wanita yang masih lajang merasa lebih ringan menyelesaikan
pekerjaan maupun permasalahan jika mendapat bantuan dari rekan kerjanya.
Penelitian yang dilakukan Hastuti (2015) terhadap dukungan instrumental
rekan kerja dengan kepuasan kerja juga menunjukkan hasil yang positif dan
signifikan, dimaknai bahwa bantuan rekan kerja dalam menyelesaikan
perkerjaan dapat meningkatkan kepuasan kerja. Dari penjelasan tersebut,
semakin tinggi dukungan instrumental yang dirasakan maka semakin tinggi
kemungkinan kepuasan kerja pada karyawan wanita yang masih lajang.
Aspek ketiga yaitu dukungan penghargaan atau ungkapan positif
untuk karyawan wanita yang masih lajang. Dorongan persetujuan dari rekan
kerja terhadap perasaan karyawan wanita yang masih lajang, contohnya
memberikan pujian ketika karyawan dapat mencapai tujuannya. Contoh
lainnya memberikan ucapan selamat ketika karyawan dapat menyelesaikan
pekerjaan dengan cepat dan tepat. Menurut Sarafino (2007) dukungan ini
berguna untuk membangun perasaan berharga dalam diri karyawan wanita
yang masih lajang. Sejalan dengan pendapat tersebut adanya dukungan
penghargaan dari rekan kerja disekitar karyawan wanita yang masih lajang
dapat memberikan dampak postif ketika gagal dalam bekerja, karyawan
tidak mudah menyerah dan tetap merasa dihargai disetiap usahanya
sehingga merasa puas dalam bekerja. Oleh karena itu semakin tinggi
dukungan penghargaan yang dirasakan maka semakin tinggi kemungkinan
kepuasan kerja pada karyawan wanita yang masih lajang.
Aspek dukungan rekan kerja selanjutnya adalah dukungan informasi.
Dukungan ini mencakup pemberian informasi, nasihat, petunjuk-petunjuk,
saran-saran atau umpan balik. Aspek ini mengarah pada ketersediaan rekan
kerja dalam memberikan informasi, nasihat dan petunjuk untuk karyawan
wanita yang masih lajang. Pemberian nasihat dan arahan dapat
mempermudah menemukan solusi saat dihadapkan dengan berbagai
hambatan. Dengan adanya dukungan informasi dari rekan ini akan
mempermudah karyawan wanita yang masih lajang dalam memecahkan
suatu permasalahan sehingga dapat mencapai perasaan puas terhadap
pekerjaannya.
Adanya dukungan sosial dari rekan kerja membuat karyawan wanita
yang masih lajang dapat mengurangi tekanan-tekanan ditempat kerja
maupun berbagai kesulitan yang sedang dihadapi. Hal ini membuat
karyawan wanita yang masih lajang nyaman di tempat kerja, dapat
mengatasi berbagai hambatan di dunia kerja, sehingga fokus dalam
menyelesaikan pekerjaan, menghasilkan pekerjaan yang berkualitas sesuai
harapan yang akhirnya membuat dirinya puas terhadap pekerjaannya. 

Tidak ada komentar: