Setiawan (2012:348) menjelaskan bahwa sebagian cerdik pandai atau
kaum intelektual menjelaskan bahwa setiap orang seharusnya memiliki jiwa,
perilaku dan prakarsa wirausaha. Jiwa dan perilaku kewirausahaan jelas hanya
akan terbangun apabila dijalankan dari mulai kreativitas dan inovasi. Ciri-ciri
wirausahawan sendiri adalah memiliki tujuan yang berkelanjutan, tekun, memiliki
pengetahuan bisnis, mampu mengatasi kegagalan, mampu mengendalikan,
berani mengambil risiko, memiliki alternatif solusi dalam memecahkan masalah,
bergerak cepat berdasarkan inisiatif, energik, komunikatif dan konsultatif, sehat
jasmani dan mental, toleransi terhadap ketidakpastian, percaya diri, komitmen,
bertanggung jawab, tidak tergantung pada yang lain, fleksibel, memiliki
keingintahuan dan hasrat mencipta yang tinggi, positive thinking, aktif dalam
jejaring dan organisasi, inovatif, serta memiliki pengetahuan bisnis. Hal ini
tentunya semua itu perlu dibingkai dengan moral dan etika yang berprinsip
kebenaran dan keadilan.
Perilaku usaha dinyatakan oleh Thobias et al, (2013) sebagai semangat,
kemampuan, sikap, perilaku individu dalam menangani usaha atau kegiatan yang
mengarah pada upaya mencari, menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi,
dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan
pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar.
Menurut Robbins perilaku berkenaan dengan tindakan-tindakan manusia
yang dapat diamati dan diukur. Tindakan-tindakan manusia disini dapat berupa
belajar, bekerja, mangkir, istirahat, memimpin, motivasi dan sebagainya. Kata ke
wirausahaan sendiri merupakan keberanian, keutamaan serta keperkarsaan
dalam memenuhi kebutuhan serta memecahkan permasalahan hidup dengan
kekuatan yang ada pada dirinya sendiri (Amin, 2015).
Berdasarkan uraian di atas, maka Amin (2015) menjelaskan bahwa
perilaku kewirausahaan merupakan tindakan-tindakan manusia yang dapat diukur
yang dilakukan dengan keberanian, keutamaan serta keperkasaan dalam
memenuhi kebutuhan dan permasalahan dengan kemampuan dan kekuatan yang
berasal dari diri sendiri. Dalam hal ini pemenuhan kebutuhan dan permasalahan
hidup yang dimaksud adalah kegiatan-kegiatan bisnis seperti proses dalam
pembentukan suatu produk.
Pendekatan perilaku dalam konsep entrepreneurship seperti halnya
pendekatan trait lebih menekankan perilaku apa saja yang menjadi penentu dalam
kewirausahaan yang sukses. Dalam pendekatan ini, mitos-mitos mengenai
kewirausahaan dipatahkan. Misalnya kewirausahaan itu tidak dapat dipelajari.
Justru pendekatan perilaku lebih menekankan peluang bagi siapa saja untuk
belajar entrepreneur (Helmi, 2011). Berdasarkan beberapa uraian definisi perilaku
wirausaha, maka dapat disimpulkan bahwa perilaku entrepreneur merupakan
tindakan-tindakan manusia yang dapat diukur yang dilakukan dengan keberanian,
keutamaan serta keperkasaan dalam memenuhi kebutuhan dan permasalahan
terkait kegiatan-kegiatan bisnis dengan kemampuan dan kekuatan yang berasal
dari diri sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar