aspek dalam mengukur kepuasaan kerja:
a. Aspek psikologis, berhubungan dengan kejiwaan karyawan meliputi
minat, ketentraman kerja, sikap terhadap kerja, bakat dan
ketrampilan.
b. Aspek fisik, berhubungan dengan kondisi fisik lingkungan kerja dan
kondisi fisik karyawan, meliputi jenis pekerjaan, pengaturan waktu
kerja, pengaturan waktu istirahat, keadaan ruangan, suhu udara,
penerangan, pertukaran udara, kondisi kesehatan karyawan dan umur.
c. Aspek sosial, berhubungan dengan interaksi sosial, baik antar sesama
karyawan dengan atasan maupun antar karyawan yang berbeda jenis
kerjanya serta hubungan dengan anggota keluarga.
d. Aspek finansial, berhubungan dengan jaminan serta kesejahteraan
karyawan, yang meliputi sistem dan besar gaji, jaminan sosial,
tunjangan, fasilitas dan promosi. (Jewell dan Siegall, 1998).
Gilmer (1987 dalam Asa’ad) berpendapat bahwa ada beberapa aspek
kepuasan kerja, yaitu :
a. Keamanan kerja. Aspek ini sering disebut penunjang kepuasan kerja, baik
bagi karyawan pria maupun wanita. Keadaan yang aman sangat
mempengaruhi perasaan karyawan selama kerja.
b. Kesempatan untuk maju dan berkembang. Adalah ada tidaknya
kesempatan untuk memperoleh pengalaman dan peningkatan kemampuan
selama kerja.
c. Gaji. Gaji dapat dijadikan sebagai indikator dalam mengekspresikan
kepuasan kerja karyawan, gaji yang diterima karyawan seyogyanya sesuai
dengan harapan dan kualitas kerja yang dihasilkan.
d. Kondisi kerja. Termasuk di sini adalah kondisi tempat, ventilasi,
penyinaran, kantin dan tempat parkir.
e. Komunikasi. Komunikasi yang lancar antar karyawan dengan pihak
manajemen banyak membantu menciptakan hubungan yang harmonis.
Dalam hal ini adanya kesediaan atasan untuk mau mendengar, memahami,
dan mengakui pendapat umum ataupun prestasi karyawan sangat berperan
dalam menimbulkan rasa puas.
Berdasarkan ini para ahli mengklasifikasi faktor-faktor yang
mempengaruhi kepuasaan kerja yang berkaitan dengan beberapa aspek, yaitu :
a. Gaji, yaitu jumlah bayaran yang diterima seseorang akibat
pelaksanaan kerja apakah sesuai dengan kebutuhan dan dirasakan
adil.
b. Pekerjaan itu sendiri, yaitu isi pekerjaan yang dilakukan seseorang
pakah memliki elemen yang memuaskan.
c. Rekan sekerja, yaitu teman-teman kepada siapa seseorang senantiasa
berinteraksi dalam pelaksanaan pekerjaan. Seseorang dapat
merasakan rekan kerjanya sangat menyenangkan atau tidak
menyenangkan.
d. Atasan, yaitu seseorang yang senantiasa memberi perintah atau
petunjuk dalam pelaksanaan kerja. Cara-cara atasan dapat tidak
menyenangkan bagi seseorang atau menyenagkan hal ini dapat
mempengaruhi kepuasaan kerja.
e. Promosi, yaitu kemungkinan seseorang dapat berkembang melalui
kenaikan jabatan. Seseorang dapat merasakan adanya kemungkinan
yang besar untuk naik jabatan atau tidak, proses kenaikan jabatan
terbuka atau tidak terbuka . ini juga dapat mempengaruhi tingkat
kepuasaan kerja seseorang.
f. Lingkungan kerja, yaitu lingkungan fisik dan psikologis. Lingkungan
fisik yaitu termasuk suhu, udara suasana temaot kerja, sedangkan
psikologis termasuk waktu kerja, waktu istirahat. (Hariandja, 2002).
Untuk meningkatkan kepuasaan kerja, perusahaan harus merespon
kebutuhan pegawai, dan hal ini sekali lagi secara tidak langsung telah dilakukan
berbagai kegiatan manajemen sumber daya manusia seperti dijelaskan
sebelumnya. Namun demikian, tindakan lain masih perlu dilakukan dengan cara
yang disebut peningkatan kualitas kehidupan kerja (Hariandja, 2002).
Berdasarkan uraian-uraian di atas dapat disimpulkan aspek-aspek
kepuasan kerja karyawan antara lain psikologis, fisik, sosial, finansial, keamanan
kerja, kesempatan untuk maju dan berkembang, gaji, perusahaan dan manajemen,
pengawasan (supervisi), instrinsik dari pekerjaan, kondisi kerja, dan komunikasi.
Sedangkan aspek-aspek yang digunakan sebagai indikator pengukuran dalam
skala kepuasan kerja yaitu finansial dan jaminan sosial, kondisi dan lingkungan
fisik kerja, kesempatan untuk maju dan berkembang,dan psikologis. (As’aad,
1991).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar