Spector (1997) mengemukakan terdapat 9 aspek dari kepuasan kerja, yaitu:
a. Gaji
Sejumlah upah yang diterima dan tingkat dimana hal ini bisa dianggap
sebagai hal yang pantas dibandingkan dengan orang lain di dalam organisasi.
Karyawan memandang gaji sebagai refleksi dari bagaimana manajemen
memandang kontribusi yang diberikan terhadap perusahaan.
b. Promosi
Faktor yang berhubungan dengan ada atau tidaknya kesempatan
memperoleh peningkatan karier selama bekerja. Kesempatan inilah yang
memiliki pengaruh yang berbeda pada kepuasan kerja. Organisasi yang
memiliki jenjang karir yang jelas juga akan berdampak pada produktivitas
karyawan, karena karyawan akan berusaha semaksimal mungkin menunjukkan
potensi terbaik yang dimiliki untuk mendapatkan kesempatan promosi.
c. Atasan
Kepemimpinan yang konsisten berkaitan dengan kepuasan kerja adalah
tenggang rasa (consideration). Hubungan fungsional mencerminkan
sejauhmana atasan membantu karyawan untuk memuaskan nilai-nilai
pekerjaan yang penting bagi karyawannya. Hubungan keseluruhan didasarkan
pada ketertarikan antar pribadi yang mencerminkan sikap dasar dan nilai-nilai
yang serupa, misalnya keduanya mempunyai pandangan hidup yang sama.
Perilaku atasan juga merupakan determinan utama dari kepuasan. Umumnya
studi mendapatkan bahwa kepuasan karyawan meningkat bila atasan langsung
bersifat ramah dan dapat memahami, menawarkan pujian untuk kinerja yang
baik, mendengarkan pendapat karyawan, dan menunjukkan suatu minat pribadi
pada para karyawannya.
d. Tunjangan
Kepuasan terhadap tunjangan. Maksudnya yaitu sejauh mana perusahaan
dapat memberikan kompensasi di luar gaji pokok kepada karyawannya yang
bertujuan untuk memotivasi atau mempertahankan kinerja para karyawan agar
produktivitas yang dihasilkan selalu maksimal.
e. Imbalan Non Materil
Kepuasan terhadap upah/imbalan (tidak dalam bentuk uang) yang diberikan
bagi kinerja yang dianggap bagus. Imbalan ini dapat berupa liburan gratis yang
difasilitasi oleh perusahaan atau dapat juga berupa barang maupun seminar di
luar kota atau di luar negeri secara gratis.
f. Kondisi Kerja
Kepuasan terhadap peraturan dan prosedur-prosedur dalam pekerjaan.
Kondisi pekerjaan dapat berupa jam kerja, temperatur, perlengkapan kantor
serta lokasi pekerjaan. Pada umumnya sebuah organisasi telah menetapkan
beberapa peraturan dan prosedur dalam bekerja namun terkadang
pemberlakuan peraturan dan prosedur yang terlalu ketat dapat menimbulkan
ketidakpuasan dan demotivasi bagi karyawannya. Karyawan merasa peraturan
dan prosedur yang ketat membatasi ruang geraknya untuk berkreasi dalam
penyelesaian tugas.
g. Rekan Kerja
Karyawan akan mendapatkan lebih daripada sekedar uang atau prestasi yang
berwujud dalam bekerja. Bagi kebanyakan karyawan, kerja juga mengisi
kebutuhan akan interaksi sosial. Oleh karena itu sebaiknya karyawan
mempunyai rekan sekerja yang ramah dan mendukung. Hal ini penting dalam
mencapai kepuasan kerja.
h. Sifat Pekerjaan
Kepuasan terhadap jenis dari pekerjaan yang dilakukan. Maksudnya yaitu
setiap pekerjaan memerlukan suatu keterampilan tertentu sesuai dengan
bidangnya masing-masing. Sukar tidaknya suatu pekerjaan serta perasaan
seseorang bahwa keahliannya dibutuhkan dalam melakukan pekerjaan tersebut,
akan meningkatkan atau mengurangi kepuasan.
i. Komunikasi
Kepuasan terhadap komunikasi yang terjalin baik dalam perusahaan maupun
di dalam sebuah tim. Komunikasi di sini juga berlaku kepada atasan maupun
rekan kerja. Komunikasi yang efektif dapat mengurangi timbulnya konflik di
dalam sebuah organisasi.
Sementara itu, Luthans (2006) membagi kepuasan kerja ke dalam lima aspek.
Aspek - aspek tersebut adalah:
1. Kepuasan terhadap pekerjaan
Aspek ini menjelaskan pandangan karyawan mengenai pekerjaannya
sebagai pekerjaan yang menarik, melalui pekerjaan tersebut karyawan
memperoleh kesempatan untuk belajar, dan memperoleh peluang untuk
menerima tanggung jawab.
2. Gaji
Para karyawan menginginkan sistem upah dan kebijakan promosi yang
dipersepsikan adil, tidak meragukan, dan segaris dengan pengharapan
karyawan. Bila upah dilihat sebagai adil yang didasarkan pada tuntutan
pekerjaan, tingkat keterampilan individu, dan standar pengupahan komunitas,
kemungkinan besar akan dihasilkan kepuasan. Semakin tinggi tingkat
pendidikan karyawan, maka semakin tinggi pula tingkat kemungkinan
karyawan tersebut melakukan perbandingan sosial dengan karyawan
bandingan yang sama di luar perusahaan. Jika gaji yang diberikan perusahaan
lebih rendah dibandingkan dengan gaji yang berlaku di perusahaan yang
sejenis dan memiliki tipe yang sama, maka akan timbul ketidakpuasan kerja
karyawan terhadap gaji. Oleh karena itu gaji harus ditentukan sedemikian rupa
agar kedua belah pihak (karyawan dan perusahaan) merasa sama-sama
diuntungkan. Karena karyawan yang merasa puas dengan gaji yang
diterimanya, maka dapat menciptakan kepuasan kerja yang diharapkan
berpengaruh pada kinerja karyawan.
3. Kesempatan promosi
Kesempatan promosi mengakibatkan pengaruh yang berbeda terhadap
kepuasan kerja karena adanya perbedaan balas jasa yang diberikan. Promosi
akan selalu diikuti oleh tugas, tanggung jawab, dan wewenang lebih tinggi
daripada jabatan yang diduduki sebelumnya. Melalui promosi, perusahaan
akan memperoleh kestabilan dan moral karyawan pun akan lebih terjamin.
Selain itu promosi akan memberikan kesempatan untuk pertumbuhan pribadi,
tanggung jawab yang lebih banyak, dan status sosial yang meningkat. Apabila
promosi dibuat dengan cara yang adil diharapkan mampu memberikan
kepuasan kepada karyawan.
4. Pengawasan
Tugas pengawasan tidak dapat dipisahkan dengan fungsi kepemimpinan,
yaitu usaha mempengaruhi kegiatan bawahan melalui proses komunikasi
untuk mencapai tujuan tertentu yang ditetapkan organisasi. Kepemimpinan
yang ditetapkan oleh seorang manajer dalam organisasi dapat menciptakan
integrasi yang serasi dan mendorong gairah kerja karyawan untuk mencapai
sasaran yang maksimal. Oleh sebab itu aktivitas karyawan di perusahaan
sangat tergantung dari gaya kepemimpinan yang diterapkan serta situasi
lingkungan di dalam perusahaan tempat karyawan bekerja. Perlunya
pengarahan, perhatian serta motivasi dari pemimpin diharapkan mampu
memacu karyawan untuk mengerjakan pekerjaannya secara baik, karena gaya
kepemimpinan pada hakikatnya bertujuan untuk mendorong gairah kerja,
kepuasan kerja, dan produktivitas kerja karyawan yang tinggi, agar dapat
mencapai tujuan organisasi yang maksimal.
5. Rekan kerja
Rekan kerja yang bersahabat, kerjasama rekan sekerja atau kelompok
kerja adalah sumber kepuasan kerja bagi pekerja secara individual. Sementara
kelompok kerja dapat memberikan dukungan, nasehat atau saran, bantuan
kepada sesama rekan kerja. Kelompok kerja yang baik mambuat pekerjaan
lebih menyenangkan. Baiknya hubungan antara rekan kerja sangat besar
artinya bila rangkaian pekerjaan tersebut memerlukan kerja sama tim yang
tinggi. Tingkat keeratan hubungan mempunyai pengaruh terhadap mutu dan
intensitas interaksi yang terjadi dalam suatu kelompok. Kelompok yang
mempunyai tingkat keeratan yang tinggi cenderung menyebabkan para pekerja
lebih puas berada dalam kelompok. Kepuasan timbul terutama berkat
kurangnya ketegangan, kurangnya kecemasan dalam kelompok dan karena
lebih mampu menyesuaikan diri dengan tekanan pekerjaan.
Selasa, 28 September 2021
Aspek – aspek Kepuasan Kerja (skripsi dan tesis)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar