Minggu, 04 Juli 2021
Pengertian Innovation Capability (skripsi dan tesis)
Untuk mencapai keunggulan bersaing terutama di pasar bebas, maka
berbagai macam usaha akan ditempuh oleh perusahaan-perusahaan. Inovasi
merupakan salah satu dari beragam cara yang digunakan oleh perusahaan untuk
tetap eksis atau survive.
Inovasi berangkat dari ide. Berasal dari mana saja, karyawan, pemilik
perusahaan, atau manajemen. Ketika karyawan meyakini bahwa mereka, dan
pemilik perusahaan, memiliki hak kepemilikan ide, mereka dapat memilih untuk
tetap memegang idenya dan tidak menyerahkannya kepada pemilik perusahaan
(Hannah, 2004).
Inovasi diawali dengan ide kreatif. Ide kreatif ini tidak selalu harus berupa
upaya penemuan atau atau pencapaian sesuatu yang “besar” namun dapat juga
berwujud upaya perubahan kecil untuk memperbaiki praktek yang sedang berlaku. Menurut West (2000) inovasi adalah :
“Pengenalan cara baru yang lebih baik dalam mengerjakan berbagai hal di
tempat kerja. Inovasi tidak mengisyaratkan pembaharuan secara absolut dan
perubahan bisa dipandang sebagai suatu inovasi jika perubahan tersebut dianggap
baru bagi seseorang, kelompok, atau organisasi yang memperkenalkannya.
Inovasi bisa bervariasi yaitu dari inovasi kecil sampai inovasi yang sangat
penting. “
Carnegie dan Butlin (dalam Avanti Fontana, 2007) mendefinisikan
inovasi:
“Sebagai sesuatu yang baru atau ditingkatkan yang dihasilkan oleh
perusahaan guna menciptakan nilai tambah yang signifikan baik secara langsung
atau tidak langsung yang memberi manfaat kepada perusahaan.”
Salah satu penentu utama inovasi adalah tantangan dalam lingkungan
organisasi, karena organisasi inovasi memberi tekanan kuat pada kualitas, dan
dukungan manajerial untuk inovasi dan sangat menentukan apabila seluruh
individu ingin mengembangkan dan mengimplementasikan ide mengenai cara
baru yang lebih baik dalam mengerjakan berbagai hal. Mengembangkan inovasi
di tempat kerja dimulai dengan mengembangkan kreativitas individu, sedangkan
ide baru berasal dari motivasi, pemikiran, dan implementasi oleh individu di
tempat kerja.
Berdasarkan penjelasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa
kemampuan berinovasi (innovation capability) merupakan eksploitasi gagasan –
gagasan baru yang diupayakan agar berhasil meraih sukses. Interaksi antara
penggagas, pelaksana dan pengguna inovasi dapat menjadi sebuah mekanisme
dinamis, terjadi transfer nilai (value) di antara elemen inovasi yang saling
mengumpan maju (fedforward) dan mengumpan balik (fedback) Menurut
30
Terziovski (2007), kemampuan inovasi ini menyediakan potensi bagi munculnya
inovasi yang efektif.
Lebih lanjut Lawson dan Samson (2001) menjelaskan tentang kemampuan
inovasi :
“ Kemampuan inovasi dimaknai sebagai kemampuan untuk mentransformasikan
secara berkelanjutan pengetahuan dan gagasan ke dalam berbagai bentuk proses,
dan sistem yang baru, bagi keuntungan lembaga dan stakeholder.”
Kebutuhan untuk membentuk konsep kegiatan pembelajaran berfokus
pasar sebagai kapabilitas perusahaan memenuhi kebutuhan pasar serta sekaligus
sebagai daya-saing perusahaan. Kemampuan berinovasi juga sebagai kemampuan
melakukan perubahan dari tingkat kebaharuan dan dari tingkat dampak
perubahan.
Lawson dan Samson (2001) mengartikan kemampuan berinovasi :
“Sebagai kapabilitas integrsai pada tingkatan yang lebih tinggi, yaitu
kemampuan untuk mengintegrasikan kemampuan dan sumber daya utama
perusahaan untuk merangsang inovasi.”
Inovasi bertujuan menciptakan nila-nilai baru. Inovasi juga dikatakan unik
karena tiap proses didalamnya unik. Apabila definisi tersebut dikaitkan dengan
kemampuan inovasi (innovation capability), dapat dikatakan bahwa pengertian
innovation capability merupakan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan
ide-ide kreatif yang berguna bagi organisasi dan dapat berdampak pada
keunggulan yang kompetitif. Organisasi yag berhasil adalah organisasi yang mampu menyesuaikan diri
dengan perubahan dengan menerapkan strategi yang tepat untuk membangun
keunggulan yang kompetitif.
Inovasi dapat dinilai dari besar kecilnya inovasi dan pengaruh yang
mungkin ditimbulkan. Semakin besar inovasinya, maka semakin besar pula :
perubahan, konflik, dan ancaman pada posisi masing-masing individu dalam
organisasi.
Kemampuan dalam berinovasi merupakan proses yang terus menerus dan
tidak pernah berakhir sebab selalu ada potensi pengembangan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar