Proses Delphi memiliki enam langkah Yousuf, (2007):
1. Mengidentifikasi anggota kelompok yang memiliki indikasi konsensus
dimana pendapatnya banyak dicari.
29
2. Kuesioner pertama. Setiap anggota mendefinisikan daftar tujuan,
ketertarikan, atau isu/topik yang menjadi keinginan konsensus.
Mengelola hasil atau rangkuman beberapa item yang telah dijabarkan
secar random kemudian mulai untuk mempersiapkan kuesioner kedua
sesuai dengan format untuk perankingan.
3. Kuesioner kedua. Setiap anggota memberikan penilaian ranking
terhadap hasil item yang ada pada kuesioner pertama.
4. Kuesioner ketiga. Paparkan hasil dari kuesioner kedua dan tunjukkan
tingkat kekonsensusan sementara dari kuesioner kedua. Apabila
terdapat anggota yang tidak konsensus maka perlu mendengarkan
alasan akan ketidak konsensusannya.
5. Kuesioner keempat. Hasil dari kuesioner ketiga dipaparkan tingkat
konsensusnya dan mengulangi hasil ranking terakhir dari para expert.
6. Hasil kuesioner keempat ditabulasikan dan disajikan sebagai pernyataan
terakhir dari konsensus kelompok.
Metode delphi memiliki masing-masing kelebihan dan kekurangan, Widiasih
(2015) menjelaskan antara lain:
1. Kelebihan
Masing-masing responden memiliki waktu yang cukup untuk
mempertimbangkan masing-masing bagian dan jika perlu melihat
informasi yang diperlukan untuk mengisi kuesioner,
Menghindari tekanan sosial psikologi,
Perhatian langsung pada masalah,
Memenuhi kerangka kerja
Menghasilkan catatan dokumen yang tepat
2. Kekurangan
Lambat dan menghabiskan waktu.
30
Responden dapat salah mengerti terhadap kuesioner atau tidak
memenuhi ketrampilan komunikasi dalam bentuk tulisan.
Konsep Delphi adalah ahli yaitu para ahli akan mempresentasikan opini
yang tidak dapat dipertahankan secara ilmiah dan melebih-lebihkan.
Mengasumsikan bahwa Delphi dapat menjadi pengganti untuk semua
komunikasi manusia di berbagai situasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar