Minggu, 04 Juli 2021

Knowledge Sharing (skripsi dan tesis)

Knowledge sharing merupakan tahapan penyebaran dan penyediaan pengetahuan diwaktu yang pas untuk karyawan yang membutuhkan. Knowledge sharing diartikan sebagai kegiatan memberikan atau menyebarkan pengetahuan milik seseorang, organisasi ataupun grup untuk orang, organisasi atau grup lain (Lee, 2001). Melalui knowledge sharing bisa menciptakan ide-ide serta inovasi yang akan berkontribusi keberlangsungan suatu organisasi. Knowledge sharing memberi nilai jual lebih sehingga mampu bersaing dengan organisasi lain. Regenerasi dapat pula terjadi melalui knowledge sharing. Arti regenerasi disini adalah apabila organisasi kehilangan karyawan senior (expertise) organisasi akan terus berkembang, karena knowledge yang dimiliki karyawan senior telah melekat pada organisasi (Gurten, 1999). Ide-ide baru bagi organisasi bukan berarti ide yang benar-benar baru yang belum pernah ditemukan, bisa jadi ide baru tersebut adalah ide yang telah lama ada namun baru diadopsi oleh organisasi dan bisa digunakan bagi kemajuan organisasi. Selain itu knowledge sharing juga meningkatkan efisiensi kerja, seperti dicontohkan oleh para staf di  software company yang mengakui bahwa pekerjaan mereka cepat terselesaikan jika dikerjakan oleh beberapa orang, dan ketika ada masalah para staf saling membantu, menurut mereka hal itu sangat menghemat waktu (Jasimmudin et al., 2006). Untuk dapat menumbuhkan budaya knowledge sharing, dan terlepas dari keuntungan terhadap knowledge sharing, sering karyawan dari organisasi tidak ingin berbagi pengetahuan dengan kolega mereka karena takut kehilangan keuntungan yang melekat dalam organisasi. Meskipun, untuk sharing knowledge sudah ada teknologi untuk itu namun perilaku manusia dapat mengakibatkan sebuah kegagalan dalam sharing knowledge. Knowledge sharing menurut Luban and Hincu (2009), terlihat bahwa aspek ini dapat diatasi dengan pendekatan strategis tingkat tinggi yang bertujuan untuk mengubah budaya organisasi yang individual menjadi budaya yang mau berbagi pengetahuan. Sebuah budaya sangat memberikan kontribusi untuk memotivasi individu untuk berbagi pengetahuan dan menyerap pengetahuan yang diterima dan untuk memfasilitasi aliran pengetahuan antara sumber dan penerima. Putri and Pangaribuan (2009) berpendapat bahwa untuk menciptakan budaya berbagi pengetahun perlu melakukan beberapa hal: 1) Membuat know-how yang setiap karyawan mempunyai kesempatan dan leluasa menentukan metode baru dan inovasi dalam penyelesaian 30 pekerjaan serta adanya peluang untuk memadukan pengetahuan dari luar ke dalam organisasi. 2) Menangkap serta mengidentifikasi suatu pengetahuan penting dan disajikan melalui cara yang sistematis. 3) Menempatkan pengetahuan baru di dalam format yang mudah dijangkau oleh semua karyawan maupun pejabat. 4) Pengetahuan dikelola agar informasi terbaharukan sehingga bisa direview untuk akurasi serta relevansinya. 5) Penyediaan format pengetahuan harus user friendly agar seluruh karyawan bisa mengakses serta mengembangkanya setiap waktu

Tidak ada komentar: