Minggu, 04 Juli 2021
Hambatan Berbagi Pengetahuan (skripsi dan tesis)
Permasalahan knowledge sharing menurut Lumbantobing (2011) terdiri dari
tiga jenis yaitu dilemma sosial, dilemma pengetahuan, dan kombinasi keduanya.
1. Dilema sosial (social dilemmas)
Dilema sosial disebabkan oleh perilaku manusia, yaitu rendahnya
keinginan berbagi pengetahuan, serta belum terbangunnya hubungan antara
penerima dan pengirim pengetahuan, atau tidak adanya pengetahuan akan
pengetahuan itu sendiri. Lumbantobing (2011) adanya gengsi atau rasa malu
untuk mengakui ketidaktahuan sendiri, rendahnya trust dalam organisasi, dan
rendahnya keterampilan mempresentasikan pengetahuan. Adapun
kekhawatiran dan ketakutan yang dirasakan pekerja terhadap posisinya atau
posisi yang ingin dicapai jika dia membagikan pengetahuan (job insecurity).
Kedua adalah budaya perusahaan berupa perilaku kolektif yang kurang
transparan dan belum membentuk komunikasi terbuka. Selanjutnya
rendahnya keinginan untuk berbagi (unwillingness to share dan knowledge
hoarding). Ketiga adalah adanya hambatan yang bersifat organisasional, yaitu
hambatan hirarkis dan hambatan fungsional. Hambatan hirarkis terjadi karena
ada kesenjangan komunikasi antara atasan dan bawahan. Sementara itu,
hambatan fungsional terjadi akibat terbentuknya bagian-bagian yang sulit
ditembus siapa pun pada fungsi-fungsi tertentu, misalnya fungsi perencanaan,
terisolasi dan merasa dirinya paling tahu tentang bidangnya.
2. Dilema pengetahuan (knowledge dilemmas)
Rendahnya kesadaran pegawai tentang arti penting pengetahuan yang
dimilikinya dan dimiliki organisasinya. Mereka tidak menyadari bahwa
pengetahuan yang dimiliki dirinya, unit dan organisasinya itu memiliki nilai
sehingga perlu dibagikan kepada pegawai atau unit lainnya. Kesulitan
memindahkan knowledge dan tidak adanya identitas bersama (common
identity) yang berdampak pada rendahnya saling pengertian partisipan
knowledge sharing. Lalu, adapun sikap yang belum lepas dari anggota
organisasi seperti: knowledge is power dan power bukan untuk di-share, sikap ini akan mendorong anggota organisasi untuk menahan pengetahuannya
untuk dimiliki secara eksklusif (knowledge hoarding).
3. Kombinasi dilema sosial dan pengetahuan
Belum tersedianya strategi pengetahuan di organisasi tersebut
khususnya dalam memenuhi kebutuhan pengetahuannya dan mengalirkan
pengetahuan di dalam organisasi itu sendiri, serta belum efektifnya strategi
knowledge management dalam mengatasi hambatan-hambatan knowledge
sharing dari sisi dilema sosial dan pengetahuan itu sendiri.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar