Minggu, 04 Juli 2021

Faktor yang Mempengaruhi Knowledge Sharing (skripsi dan tesis)

Faktor yang bisa menjadi prediktor dari aktivitas knowledge sharing menurut Tohidinia & Mosakhani 2010: 612 (dalam Raharso & Tjahwati(2016,hlm. 107)), dintaranya sebagai berikut: 1. Teknologi Informasi Pekerjaan yang bersifat “knowledge work” menyebabkan para karyawan harus bisa mendayagunakan teknologi informasi dalam rangka menciptakan efektivitas dan efisiensi kerja. Para karyawan yakin, bahwa sistem informasi berbasis komputer dan media elektornik memberikan kontribusi dalam menyediakan informasi berharga bagi mereka (Jarvenpaa & Staples, 2000 dalam Raharso & Tjahwati (2016,hlm. 107). 2. Iklim Organisasi Setiap organisasi memiliki iklim atau suasana kerja yang khas sesuai dengan organisasinya masing-masing. Menurut Noordin et al dalam Raharso & Tjahwati (2016,hlm. 108). iklim organisasi merujuk pada aspek-aspek lingkungan yang secara sadar diterima oleh anggota organisasi. Artinya, iklim organisasi merujuk pada bagaimana anggota organisasi menerima apa yang ada di sekitar tempat kerja mereka sebagai bagian dari kegiatan sehari-hari mereka. Knowledge sharing merupakan sebuah langkah dalam mengembangkan kecakapan-kecakapan individu dalam suatu organisasi. Namun dalam penerapan knowledge sharing tidak akan bisa diterapkan dengan baik apabila tidak adanya budaya komunikasi yang baik. Menurut Sun & Scott, 2005 (dalam Raharso & Tjahwati 2016,hlm. 108). Tidak adanya budaya aspirasi untuk berkomunikasi dan mengeksplorasi ide-ide akan menjadi sebuah penghalang besar untuk melakukan aktivitas knowledge sharing. Oleh karena itu diperlukan berbagai upaya dari para manajer agar tercipta iklim yang kondusif agar knowledge sharing bisa diimplementasikan (Tohidinia & Mosakhani, 2010:612 dalam Raharso & Tjahwati (2016,hlm. 108). 

Tidak ada komentar: