Drucker (1998) dalam Tobing (2007) mendefinisikan pengetahuan
merupakan informasi yang mengubah sesuatu atau seseorang. Hal itu terjadi
ketika informasi tersebut menjadi dasar untuk bertindak, atau ketika informasi
tersebut membuat seseorang atau suatu institusi untuk mampu mengambil
tindakan yang berbeda atau tindakan yang lebih efektif. Sedangkan menurut
Woolf (1990) dalam Liebowitz (1999) pengetahuan adalah informasi yang
terorganisasi sehingga dapat diterapkan untuk pemecahan masalah. Definisi
tersebut senada dengan Turban et al. (2004) yang mengatakan bahwa
pengetahuan adalah informasi yang telah dianalisis dan diorganisasikan
sehingga dapat dimengerti dan digunakan untuk memecahkan masalah serta
mengambil keputusan. Dari berbagai definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa
pengetahuan adalah penerapan informasi yang dapat langsung digunakan untuk
mengambil suatu keputusan dalam bertindak.
Secara harafiah istilah manajemen pengetahuan berasal dari kata
manajemen dan pengetahuan. Berdasarkan pemahaman akan arti kata
manajemen dan pengetahuan, secara terminologi, manajemen pengetahuan berarti sebuah proses perencanaan dan pengontrolan kinerja aktivitas tentang
pembentukan proses pengetahuan. Dari perspektif teknologi, manajemen
pengetahuan adalah sebuah konsep dimana informasi diubah menjadi
pengetahuan dan tersedia dalam bentuk yang dapat digunakan bagi orang yang
membutuhkan. Manajemen pengetahuan adalah pendekatan sistematis untuk
mengelola penggunaan informasi untuk meyediakan aliran pengetahuan yang
memungkinkan pengambilan keputusan yang efisien dan efektif (Yusliana,
2013). Sedangkan dari sudut pandang organisasi, menurut Wenig (1996),
manajemen pengetahuan terdiri atas aktifitas organisasi untuk memeroleh
pengetahuan dari pengalaman organisasi, kebijakan dan dari pengalaman satu
sama lain, untuk mencapai tujuan organisasi. Aktivitas tersebut dilakukan oleh
perpaduan teknologi, struktur organisasi dan strategi berbasis kognisi
(cognitive based strategies) untuk mendapatkan pengetahuan dan menciptakan
pengetahuan baru, dengan cara meningkatkan sistem kognisi (organisasi,
manusia, komputer, atau gabungan manusia dan sistem komputer) dalam
penyimpanan dan pemanfaatan pengetahuan untuk belajar, memecahkan
masalah dan mengambil keputusan.
Berdasarkan pengertian di atas manajemen pengetahuan adalah suatu
rangkaian kegiatan yang digunakan oleh organisasi untuk mengidentifikasi,
menciptakan, menjelaskan, dan mendistribusikan pengetahuan termasuk
berbagi pengetahuan untuk digunakan kembali, diketahui, dan dipelajari di
dalam organisasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar