Rabu, 02 Juni 2021
Theory of Planned Behavior (Teori perilaku terencana) (skripsi dan tesis)
Theory of Planned Behavior adalah hasil modifikasi dan pengembangan dari
teori sebelumnya yaitu theory of reasoned action (teori tindakan beralasan) pada
tahun 1991 oleh Ajzen. Menurut analisis Ajzen, theory of reasoned action (TRA)
ini hanya dapat digunakan untuk suatu perilaku yang sepenuhnya itu dia berada
dibawah kendali individu tersebut dan tidak akan sesuai apabila digunakan untuk
menjelaskan perilaku yang tidak berada dibawah kendali individu dikarenakan
terdapat faktor yang memungkinkan bisa mendukung atau menghambat untuk
mewujudkan niat individu agar berperilaku. Oleh karenanya Ajzen dalam Theory
of planned behavior (TPB) menambahkan satu faktor yaitu perceived behavior
control (kontrol perilaku yang dirasakan). Menurut Wikamorys & Rochmach
(2017) Theory of planned behavior merupakan suatu teori yang digunakan untuk
memperkirakan tingkah laku seseorang, yang mana teori ini mempunyai dua
asumsi utama untuk menilai niat seseorang dalam berperilaku, yaitu attitude
toward the behavior (sikap terhadap perilaku) dan subjective norm (norma
subjektif).
Theory of planned behavior mengasumsikan bahwa perilaku ditentukan
oleh keinginan sesorang untuk melakukan atau tidak melakukan suatu perilaku
maupun sebaliknya. Teori yang dikembangkan dari teori sebelumnya ini
kemudian ditambahkan perilaku kontrol yang dirasakan. Menurut Mahyarni
(2013) teori Ajzen mengenai sikap terhadap perilaku mengacu pada sampai
dimana seseorang mempunyai penilaian evaluasi yang menguntungkan atau tidak
menguntungkan dari perilaku. Kemudian dijelaskan lebih lanjut oleh Wikamorys
& Rochmach (2017) yang menyatakan bahwa dalam Theory of planned behavior
dijelaskan bahwa perilaku individu akan muncul karena adanya niat untuk
berperilaku. Niat seseorang untuk berperilaku dapat diprediksi dengan tiga hal
yaitu attitude toward the behavior (sikap terhadap perilaku) yang merupakan
keseluruhan dari evaluasi seseorang mengenai positif atau negatifnya untuk menampilkan suatu perilaku tertentu, kemudian ada subjective norm (norma
subjektif) yang merupakan suatu kepercayaan seseorang mengenai tuntutan dari
orang lain yang dianggap penting untuknya dan bersedia untuk menampilkan
suatu perilaku tertentu sesuai dengan tututan, dan yang terakhir yaitu perceived
behavioral control (persepsi pengendalian diri) yang merupakan persepsi
seseorang tentang kemampuan untuk menampilkan suatu perilaku tertentu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar