Jumat, 25 Juni 2021
Promosi (skripsi dan tesis)
Kegiatan promosi tidak boleh berhenti hanya pada
memperkenalkan produk pada konsumen saja. Akan tetapi harus
dilakukan dengan upaya untuk mempengaruhinya agar konsumen
tersebut menjadi senang kemudian membeli produknya. Menurut Gitosudarmono (2000: 237) “Promosi merupakan kegiatan yang
ditujukan untuk memengaruhi konsumen agar mereka dapat
menjadi kenal akan produk yang ditawarkan oleh perusahaan
kepada mereka dan kemudian mereka menjadi senang lalu
membeli produk tersebut”. Adapun alat – alat yang dapat
digunakan untuk mempromosikan suatu produk, dapat dipilih
beberapa cara yaitu :
a. Iklan
Iklan merupakan alat utama bagi pengusaha untuk
memengaruhi konsumennya. Iklan ini dapat dilakukan oleh
pengusaha lewat surat kabar, radio, majalah, bioskop, televisi
ataupun dalam bentuk poster yang dipasang di pinggir jalan
atau tempat – tempat yang strategis. Dalam membaca atau
melihat iklan ini diharapkan konsumen atau calon konsumen
akan terpengaruh lalu tertarik untuk membeli produk yang
diiklankan.
b. Promosi penjualan (sales promotion)
Promosi penjualan adalah merupakan kegiatan perusahaan
untuk menjajakan produk yang dipasarkan sedemikian rupa
sehingga konsumen akan mudah untuk melihatnya dan bahkan
dengan cara penempatan dan pengaturan tertentu maka produk
tersebut akan menarik perhatian konsumen. Bentuk yang
termasuk dalam sales promotion adalah memberikan contoh gratis kepada konsumen, dengan mengadakan demonstrasi
penggunaan barang.
c. Publisitas
Publikasi merupakan cara yang biasa digunakan juga oleh
pengusaha untuk membentuk pengaruh secara tidak langsung
kepada konsumen agar mereka menjadi tahu dan menyenangi
produk yang dipasarkan. Cara ini dilakukan dengan cara
memuat berita tentang produk atau perusahaan yang
menghasilkan produk tertentu di media massa. Misalnya saja
berita di surat kabar, berita di radio atau televisi, maupun
majalah tertentu dan sebagainya. Dengan memuat berita itu
maka para pembaca secara tidak sadar telah dipengaruhi oleh
berita tersebut. Publisitas merupakan suatu alat promosi yang
mampu membentuk opini masyarakat secara tepat, sehingga
sering disebut sebagai usaha untuk “menyosialisasikan” atau
“memasyarakatkan” suatu produk.
d. Personal Selling
Personal Selling merupakan kegiatan perusahaan untuk
melakukan kontak langsung dengan para calon konsumen.
Dengan kontak langsung ini diharapkan akan terjadi hubungan
atau interaksi yang positif antara perusahaan dengan calon
konsumen itu. Kontak langsung ini akan dapat memengaruhi
secara lebih intensif para konsumen, karena dalam hal ini pengusaha dapat mengetahui keinginan dan selera konsumen
serta gaya hidupnya, dan dengan demikian pengusaha dapat
menyesuaikan cara pendekatan atau komunikasi dengan
konsumen itu secara lebih tepat yang sesuai dengan konsumen
yang bersangkutan, yang termasuk dalam kategori personal
selling ini adalah :
1) Door to door selling
2) Mail order
3) Telephone selling
4) Direct selling
Keempat bentuk promosi tersebut di atas yaitu iklan,
promosi penjualan, publisitas, dan personal selling, oleh
pengusaha haruslah dikombinasikan sedemikian rupa sehingga
akan mampu secara efektif untuk memengaruhi konsumen agar
menjadi tertarik untuk membeli produk yang dipasarkannya itu.
Berdasarkan kenyataan inilah maka diperlukan suatu strategi
promosi yang efektif dan efisien sehingga produk akan cepat
dikenal dan disenangi konsumen secara cepat dan murah.
Tujuan utama perusahaan mengadakan promosi adalah
untuk memberikan informasi, untuk mempengaruhi (persuasi),
dan untuk mengingatkan kembali konsumen terhadap produk
perusahaan. Promosi penjualan merupakan bagian dari
promotional mix. Menurut Basu Swastha (1999: 238), pengertian promotional mix adalah sebagai berikut :
“promotional mix adalah kombinasi strategi yang paling baik
dari variabel periklanan, personal selling, dan alat promosi lain
yang semuanya direncanakan untuk mencapai tujuan program
penjualan”.
Promotional mix ini digunakan untuk mengkomunikasikan
kegiatan perusahaan kepada konsumen. Komunikasi yang
efektif akan mengubah tingkah laku konsumen dan akan
memperkuat tingkah laku yang telah diubah sebelumnya.
a. Definisi promosi penjualan
Promosi penjualan adalah kegiatan pemasaran selain
personal selling, periklanan dan publikasi yang mendorong
efektifitas pembelian konsumen dan pedagang dengan
menggunakan alat – alat seperti peragaan, pameran,
demonstrasi dan sebagainya.
b. Tujuan promosi penjualan
1) Tujuan promosi penjualan intern yaitu mendorong
karyawan lebih tertarik pada produk dan promosi
perusahaan.
2) Tujuan promosi penjualan ekstern yaitu untuk
memperlancar atau menyoroti perubahan – perubahan
musiman dalam pesanan, untuk mendorong jumlah
pembelian yang lebih besar, untuk mendapatkan dukungan yang luas dalam saluran terhadap usaha promosi atau untuk
memeroleh tempat serta ruang gerak yang baik.
c. Metode – metode promosi penjualan
Metode – metode promosi penjualan menurut Basu Swastha
(1999: 281) ada tujuh yaitu :
1) Pemberian contoh barang, yaitu dengan memberikan
contoh barang secara cuma – cuma kepada konsumen
dengan tujuan untuk digunakan atau dicoba. Ini
merupakan alat promosi penjualan yang dianggap
paling mahal, tetapi juga paling efektif, pemberian
contoh barang ini dapat efektif terutama untuk
mengenalkan produk baru dan produk baru tersebut
sering disertakan dalam penjualan produk lain.
2) Kupon/nota, yaitu dengan menyarankan pada pembeli
untuk menyimpan dan mengumpulkan nota atau kupon
– kupon pembeliannya agar dapat mendapatkan barang
seharga tertentu secara cuma – cuma atau barang
lainnya. penjual menggunakan cara tersebut dengan
maksud untuk menarik pembeli yang lebih banyak.
3) Hadiah, yaitu suatu metode yang pada prinsipnya sama
dengan metode kupon/nota, hanya mempunyai variasi
yang lain. Cara ini dapat mendorong seseorang untuk
membeli lebih banyak lagi, mempelajari keuntungan –
keuntungan dan akhirnya menjadi pelanggan.
4) Kupon hadiah, yaitu dengan cara setiap pembeli yang
membeli sampai jumlah tertentu atau mambeli satu unit
barang akan memeroleh satu kupon yang akan diundi
suatu hari. Nomor kupon yang cocok dengan nomor
undiannya akan mendapatkan hadiah atau dengan
variasi yang lain. Dengan hadiah yang menarik akan
membuat orang tertarik.
5) Undian dan kontes, yaitu merupakan alat promosi yang
hanya dilakukan di tempat – tempat tertentu dan hanya
dilakukan oleh penjual tertentu saja.
6) Rabat (cost refund), merupakan pengurangan harga
yang diberikan kepada pembeli. Rabat ini digunakan
terutama untuk memperkenalkan produk baru. Juga
dipakai untuk pembelian ulang atas suatu barang yang
memiliki margin tertinggi (menguntungkan). Besarnya
rabat dapat dilakukan dengan presentase atau dengan
satuan rupiah. 7) Peragaan, yaitu salah satu alat promosi yang
menghubungkan produsen dengan pengecer. Bagi
produsen yang besar, biasanya tugas ini diberikan
kepada tenaga penjualnya. Pengecer dapat memberikan
kesempatan kepada produsen untuk menggunakan
sebagian ruang atau etalase guna mengadakan peragaan
atau dapat juga ditempat lain.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar