Sabtu, 26 Juni 2021
Pengukuran Citra Merek (skripsi dan tesis)
Menurut Kotler dan Armstrong (2014) citra merek yang efektif dapat
mencerminkan tiga hal yaitu:
1. Membangun karakter produk dan memberikan value propotion
2. Menyampaikan karakter produk secara unik sehingga berbeda dengan para
pesaingnya.
3. Memberi kekuatan emosional dari kekuatan rasional
Menurut Keller (2013:57-58), untuk pengukuran citra merek, antara lain sabagai
berikut:
a. Strengh of brand association (kekuatan asosiasi merek)
Kekuatan asosiasi merek adalah kesesuaian antara kualitas yang ada dengan
proses informasi yang diterima oleh konsumen, semakin dalam konsumen
memikirkan tentang informasi suatu produk akan membuat konsumen
mengeluarkan pengetahuan akan merek yang dimilikinya, dan akhirnya yang
terkuat akan menghasilkan asosiasi merek. Terdapat dua faktor yang memfasilitasi kekuatan asosiasi popularitas dan kredibilitas suatu merek. Dengan hal tersebut
akan mempermudah konsumen dalam proses pengelolahan informasi.
b. Favorability of brand association (kebaikan asosiasi merek)
Kebaikan asosiasi merek adalah sesuatu yang terbentuk dari pemikiran
konsumen pada suatu merek berdasarkan relevasi antara atribut dan manfaat yang
dapat memenuhi kebutuhan dari keinginan mereka, dengan begitu akan
membentukan kesan yang positif terhadap keseluruhan meek. Kebaikan merek
mengarah pada kemampuan merek tersebut untuk mudah diingat konsumen.
c. Uniqueness of brand association (keunikan asosiasi merek)
Keunikan asosiasi merek adalah merek mempunyai keunggulan mutlak atau
keunikan proporsi penjualan yang memberikan alasan mengapa konsumen harus
membeli merek tersebut. Perbedaan tersebut dikomunikasikan secara eksplisit
dengan membuat perbaandingan harga terhadap pesaingnya. Dalam kategori
produk kenaikan asosiasi merek dapat terbentuk perbedaan atribut dan penawaran
produk antara tiap merek
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar