Tjiptono (2012:20) membagi proses pengambilan keputusan ke dalam tiga jenis,
yaitu:
a. Pengambilan Keputusan Luas (Extended Decision Making)
Pengambilan keputusan ini bermula dari pengenalan masalah konsumen
yang dipecahkan melalui pembelian beberapa produk. Untuk keperluan itu,
konsumen mencari informasi tentang produk atau merek dan mengevaluasi. Setelah
itu keputusan pembelian dan mengevaluasi hasil keputusan tersebut. Proses
pengambilan keputusan ini terjadi untuk kepentingan khusus konsumen yang membutuhkan tingkat keterlibatan tinggi, misalnya pembelian produk mahal,
mengandung nilai prestige, dan digunakan untuk waktu yang lama.
b. Pengambilan Keputusan Terbatas (Limited Decision Making)
Proses pengambilan keputusan ini terjadi apabila konsumen mengenal
masalahnya, kemudian mengevaluasi beberapa alternaatif produk atau merek
berdasarkan pengetahuan yang dimiliki tanpa mencari informasi baru. Umumnya
berlaku untuk pembelian produk-produk yang kurang penting.
Dimungkinkan pula terjadi pada kebutuhan yang bersifat emosional atau
juga pada environmental produk baru.
c. Pengambilan Keputusan Kebiasaan (Habutual Decision Making)
Yaitu konsumen mengenal masalahnya kemudian langsung memutuskan
untuk membeli (tanpa evalluasi alternatif). Evaluasi hanya terjadi bila merek yang
dipilih tidak sesuai dengan yang diharapkan. Produk yang biasa dibeli melalui
proses ini antara lain sabun mandi, pasta gigi, makanan ringan, minyak rambut, dan
lain-lain. Tidak semua situasi pengambilan keputusan konsumen menrima (atau
membutuhkan) tingkat pebcarian informasi yang sama. Jika semua keputusan
pembelian pembelian membutuhkan usaha yang besar, maka pengambilan
keputusan konsumen akan merupakan proses melelahkan yang menyita waktu.
Sebaliknya, jika semua pembelian sudah merupakan hal rutin, maka akan
cenderung membosankan dan hanya sedikit membrtikan kesenangan atau sesuatu
yang baru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar