Sabtu, 26 Juni 2021
Faktor Pribadi (skripsi dan tesis)
Keputusan pembeli juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi. Faktor
pribadi meliputi usia dan tahap dalam siklus hidup pembeli; pekerjaan dan
keadaan ekonomi; kepribadian dan konsep diri; serta gaya hidup dan nilai. a. Usia dan Tahap Siklus Hidup
Selera dalam makanan, pakaian, perabot, dan rekreasi sering
berhubungan dengan usia. Konsumsi juga dibentuk oleh siklus
hidup keluarga dan jumlah, usia, serta jenis kelamin orang dalam
rumah tangga pada satu waktu tertentu.
b. Pekerjaan dan Keadaan Ekonomi
Pekerja kerah biru akan membeli baju kerja, sepatu kerja, dan
kotak makan. Presiden perusahaan akan membeli jas, perjalanan
udara, dan keanggotaan country club. Pemasar berusaha
mengidentifikasi kelompok pekerjaan yang mempunyai minat di
atas rata-rata terhadap produk dan jasa mereka. Pilihan produk
sangat dipengaruhi oleh keadaan ekonomi: penghasilan yang dapat
dibelanjakan (tingkat, stabilitas, dan pola waktu), tabungan dan
asset (termasuk persentase asset likuid), utang, kekuatan pinjaman,
dan sikap terhadap pengeluaran dan tabungan.
c. Kepribadian dan Konsep diri
Setiap orang mempunyai karakteristik pribadi yang mempengaruhi
perilaku pembeliannya. Yang dimaksudkan dengan kepribadian
(personality), adalah sekumpulan sifat psikologis manusia yang
menyebabkan respons yang relative konsisten dan tahan lama
terhadap rangsangan lingkungan (termasuk perilaku pembelian).
Kepribadian juga dapat menjadi variabel yang berguna dalam
menganalisis pilihan merek konsumen. Idenya bahwa merek juga
mempunyai kepribadian,dan konsumen mungkin memilih merek yang kepribadiannya sesuai dengan mereka. Kepribadian merek
(brand personality) dapat didefinisikan sebagai bauran tertentu dari
sifat manusia yang dapat kita kaitkan pada merek tertentu.
d. Gaya Hidup dan Nilai
Orang-orang dari sub budaya dan kelas sosial yang sama mungkin
mempunyai gaya hidup yang cukup berbeda. menurut Kotler dan
Keller (2009:175), gaya hidup (lifestyle) adalah pola hidup
seseorang di dunia yang tercermin dalam kegiatan, minat, dan
pendapat.Sedangkan menurut Engel, dkk (1994) dalam Ishadi
(2012) gaya hidup didefinisikan sebagai pola dimana orang hidup
dan menghabiskan waktu, serta uang. Gaya hidup memotret
interaksi “seseorang secara utuh” dengan lingkungannya.
Keputusan konsumen juga dipengaruhi oleh nilai inti (core values),
sistem kepercayaan yang mendasari sikap dan perilaku. Nilai inti
lebih dalam daripada perilaku atau sikap dan menentukan pilihan
dan keinginan seseorang pada tingkat dasar dalam jangka panjang.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar