Jumat, 25 Juni 2021
Brand (Merek) (skripsi dan tesis)
Brand (merek) adalah nama atau simbol yang diidentikkan dengan produk
atau jasa. Menurut Direktorat Jendral Hak Kekayaan Intlektual Kementrian
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (DJHKI), merek adalah suatu
tanda berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau
kombinasi dari unsur-unsur tersebut dan memiliki daya pembeda dan digunakan
dalam kegiatan perdagangan barang dan jasa5
. Definisi tentang merek juga tertulis
dalam Undang-Undang Merek No. 15 Tahun 2001, Pasal 1 Ayat (1). Pasal
tersebut menyebutkan bahwa merek adalah tanda yang berupa gambar, nama,
huruf-huruf, angka-angka, susunan warna atau kombinsi dari unsur-unsur tersebut
yang memiliki daya pembeda digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau
jasa6
. Brand (merek) yang diatur di Undang-Undang ini meliputi merek dagang
dan jasa.
Giribaldi (2003), mengatakan bahwa merek merupakan gabungan dari
atribut-atribut, dipadukan menggunakan nama atau simbol, yang dapat
memengaruhi proses pemilihan suatu produk/ jasa di dalam pikiran para
konsumen 7 . Merek juga terkait dengan pengalaman ketika berhubungan atau menggunakan produk/ jasa. Suatu merek akan bernilai jika konsumen mempunyai
pengalaman yang positif terhadap merek tersebut 8
. Sedangkan menurut Aaker
(1991), merek adalah nama dan atau simbol yang dapat dibedakan (seperti logo,
cap, maupun kemasan) untukPmengidentifikasi barang atau jasa tersebut dari
produsen atau sekelompok penjualPtertentu, serta membedakannyaPdariPbarang
atauPjasa yang dihasilkan oleh pesaing 9
.
Brand bukan hanya apa yang tercetak di dalam produk atau kemasannya,
tetapi termasuk apa yang ada di dalam benak konsumen dan bagaimana konsumen
mengasosiasikannya. Karena sesungguhnya brand adalah sebuah harapan
terhadap janji yang diberikan oleh pemasar untuk memenuhi keinginan calon
konsumen. Janji yang diberikan oleh sebuah merek tersebut bisa diartikan sebagai
jaminan bahwa apa yang diharapkan konsumen sesuai dengan ekspektasi mereka
terhadap merek tersebut. Selain itu, pemberian merek merupakan cara efektif
dalam meringkas dan mengkomunikasikan realitas yang rumit ke dalam
pernyataan tunggal dan sederhana, yang lebih dari sekdar arti harfiah, bahasa, dan
batasan-batasan politik.
Pada awalnya merek hanya sebuah nama untuk membedakan, namun sejak
abad ke-20 merek dan penafsirannya menjadi sangat penting dan dianggap
mewakili sebuah objek. Identitas merek harus terlihat menarik bagi yang
melihatnya. Hal ini tentu tergantung pada individu konsumen, lingkungan mereka
berada, dan apa yang tersirat lewat merek itu sendiri. Jadi merek adalah apa yang terbentuk dalam pikiran seseorang tentang ciri-ciri merek. Identitas merek sendiri
dipengaruhi oleh nama, logo, dan sistem grafik, serta komunikasi pemasaran.
Sejarah kuno membuktikan bahwa merek bukanlah fenomena baru.
Menurut Knapp dalam buku yang ditulis oleh A.B. Sutanto dan Himawan yang
berjudul “Power Branding”, para pemburu dijaman pra sejarah mengukir senjata
mereka dengan tanda-tanda untuk menunjukkan kepemilikan. Sedangkan pada
abad pertengahan, penggunaan tanda-tanda identifikasi pada hewan juga menjadi
hal yang umum untuk dilakukan. Sejak zaman purba, gambar simbolik dan
onamen telah digunakan sebagai emblem atau lambang suku atau kelompok untuk
menyatakan kekuatan dan kekuasaan. Para raja, kaisar, dan pemerintah
menggunakannya untuk menyatakan kepemilikan atau pengendalian. Misalnya
saja orang Jepang yang mengunakan bunga serunai, orang Romawi yang
menggunakan elang, dan orang Perancis yang mengunakan bunga lili.
Ada beberapa konsep terkait brand, yaitu: 1. Brand Awareness
Merupakan kekuatan dari brand di benak masyarakat. Artinya seberapa
jauh dan kuat masyarakat mengingat suatu brand. Misalnya saja indomie.
2. Brand Association
Asosiasi yang terbentuk dalam benak pelanggan mengenai suatu brand
baik berupa atribut, endorse, atau simbol tertentu. 3. Brand Identity
Merupakan identitas unik yang dimiliki oleh sebuah brand yang harus
dibentuk dan dipelihara. Identitas disini mempresntasikan apa yang
diwakili oleh brand dan mengaplikasikan janji kepada pelanggan dari
organisasi.
4. Brand Image
Yaitu bagaimana sebuah brand dipersepsikan.
5. Brand Personality
Merupakan seperangkat karakteristik manusia yang diasosiasikan dengan
sebuah brand.
6. Brand Equity
Brand ekuitas adalah seperangkat aset (dan liabilitas) yang terkait dengan
nama dan simbol brand yang menabah (atau mengurangi) nilai yang
dimiliki oleh produk dan jasa dari perusahaan dan/atau pelanggan atau
pengguna perusahaan tersebut
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar