Jumat, 25 Juni 2021
Brand Equity (skripsi dan tesis)
Kekuatan sebuah merek tidaklah dibangun dalam jangka waktu yang
pendek. Kekuatan merek dibangun dengan upaya maksimal dalam menciptakan
nilai dan aset yang menjadi akar dari merek itu sendiri (Aaker 1996). Aset-aset
tersebut dinamakan brand equity.
Brand equity menurut Aaker (1996) adalah :
“set of assets (and liabilities) linked to a brand’s name and symbol that
adds to (or subtracts from) the value provided by a product or service to a firm
and/or that firm’s customers (p. 8).
Kategori-kategori utama dari aset-aset tersebut adalah :
- Brand name awareness, yaitu kekuatan dari kehadiran /
kesadaran mengenai sebuah brand di benak konsumen.
Kesadaran merek ini diukur berurutan dari posisinya, dimulai
dari recognition (apakah konsumen mengetahui / mengenal
brand ini sebelumnya?), recall (apakah konsumen dapat
mengingat sejumlah brand yang ada pada kategori produk
tertentu?), top of mind (the “first” brand yang diingat
konsumen), hingga yang terakhir adalah dominant (the “only”
brand yang diingat).
- Perceived quality, yaitu persepsi konsumen mengenai kualitas
yang dimiliki oleh sebuah brand dalam produk yang dilabelinya dan seringkali merupakan alasan yang paling kuat yang
digunakan oleh konsumen dalam menilai sebuah brand.
- Brand loyalty, yaitu tingkat kesetiaan konsumen terhadap sebuah
brand. Tanpa kesetiaan, sebuah brand akan sangat rentan dan
mudah tergantikan oleh brand lainnya. Dan para pemasar harus
memiliki perspektif yang jelas dalam membangun loyalitas,
karena biaya untuk mempertahankan konsumen lama adalah jauh
lebih kecil daripada menarik konsumen baru untuk setia terhadap
brand yang bersangkutan.
- Brand associations, merupakan asosiasi yang terhubungkan
antara sebuah brand dengan identitas yang tercermin ketika
brand yang bersangkutan digunakan oleh konsumen. Asosiasi ini
dapat berupa atribut produk, public figure / a celebrity, ataupun
simbol unik tertentu.
Menurut Aaker (1996), brand association sangat dipengaruhi oleh
identitas merek itu sendiri (brand identity). Kunci utama dalam membangun
sebuah merek yang kuat, adalah dengan mengembangkan brand identity dan
mengaplikasikannya tepat sasaran. Pengembangan dan implementasi dari brand
identity merupakan keputusan yang sifatnya strategik yang perlu dilakukan
dengan persiapan matang dan hati-hati dalam implementasinya. Salah satu
persiapannya adalah dengan melakukan analisa pasar (market analysis) pada
aspek konsumen (customer analysis) dan kompetitor (competitor analysis) dari
brand yang dirancang. Rencana strategik yang dilakukan dikenal dengan istilah
STP (Segmenting, Targeting, Positioning), yang merupakan komponen vital yang
memberi arah bagi platform komunikasi yang hendak dirancang dan
diimplementasikan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar