Partisipasi penganggaran merupakan keterlibatan seseorang dalam
proses penyusunan anggaran. Brownell (1982) dalam Irfan (2016:163)
mengatakan bahwa partisipasi penganggaran adalah suatu proses dalam
organisasi yang melibatkan individu-individu, yakni manager dalam penyusunan anggaran untuk menentukan tujuan anggaran dan mempunyai
target anggaran. Meskipun partisipasi anggaran dapat memberikan banyak
manfaat dalam penentuan anggaran, namun partisipasi yang terlalu tinggi
juga akan mempengaruhi timbulnya slack dalam anggaran tersebut.
Terjadinya senjangan anggaran atau slack anggaran dalam partisipasi
penganggaran dikarenakan kontribusi bawahan yang terlalu tinggi dalam
proses penyusunan anggaran. Perilaku ini dijelaskan dengan teori
keagenan bahwa ketika atasan mendelegasikan kepada bawahan untuk
bertanggungjawab melakukan suatu tugas dan membuat keputusan,
bawahan diberikan wewenang untuk terlibat dalam proses partisipasi
anggaran. Keterlibatan bawahan dalam partisipasi anggaran
memungkinkan bawahan memberikan informasi yang bias kepada atasan
sehingga memicu timbulnya budgetary slack (Irfan,2016).
Pelaksana anggaran yang ikut serta dalam proses penyusunan
anggaran akan mengusulkan anggaran yang rendah dan mudah dicapai,
sehingga menguntungkan bagi pelaksana anggaran. Hal ini terjadi apabila
anggaran dijadikan sebagai tolok ukur kinerja karyawan, sehingga akan
timbul tindakan yang menyimpang yang nantinya akan mengakibatkan
slack anggaran (Apriadinata 2014).
Alfebriano (2013:16) mengatakan bahwa partisipasi penganggaran
tidak berpengaruh terhadap slack anggaran. Hal ini jauh berbeda dengan
penelitian Anggasta (2014:519) yang mengatakan bahwa partisipasi
anggaran berpengaruh secara positif terhadap senjangan anggaran. Hasil
43
penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya, yakni penelitian yang
dilakukan Armaeni (2012:80) bahwa partisipasi anggaran berpengaruh
secara signifikan terhadap timbulnya budgetary slack. Ketika partisipasi
anggaran yang dilakukan oleh bawahan semakin besar, maka akan
menimbulkan budgetary slack yang semakin besar pula. Hasil penelitian
tersebut juga didukung oleh penelitian Mahadewi (2014), Djasuli (2011)
dan penelitian Falikhatun (2007)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar