Kamis, 08 Oktober 2020

Pendekatan dalam Penyusunan Anggaran (skripsi dan tesis)

 Penyusunan anggaran dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai metode, hal ini tergantung dari kebijakan dan ketetapan perusahaan yang menunjukkan siapa yang bertanggungjawab terhadap penyusunan anggaran perusahaan. Menurut Sofyan Harahap (2012:10) ditinjau dari siapa yang membuatnya maka proses penyusunan anggaran dapat dilakukan dengan metode sebagai berikut: 1. “Otoriter atau top down 2. Demokrasi atau bottom up 3. Campuran atau top down dan bottom up” Dalam metode otoriter atau top down, anggaran disusun dan ditetapkan sendiri oleh pimpinan dan harus dilaksanakan bawahan tanpa keterlibatan bawahan dalam penyusunannya. Bawahan tidak diminta keikutsertaannya dalam menyusun anggaran. Metode ini ada baiknya jika karyawan tidak mampu menyusun anggaran atau dianggap akan terlalu lama dan tidak tepat jika diserahkan kepada bawahan. Hal ini bisa terjadi dalam perusahaan yang karyawannya tidak memiliki keahlian cukup untuk menysun suatu anggaran. Atasan bisa saja menggunakan konsultan atau tim khusus untuk menyusunnya. Berdasarkan metode demokrasi atau bottom up, anggaran disusun berdasarkan hasil keputusan karyawan. Anggaran disusun mulai dari bawahan sampai ke atasan. Bawahan diberikan wewenang untuk menyusun anggaran yang akan dibuat. Metode ini tepat digunakan jika karyawan sudah memiliki kemampuan dalam menysusun anggaran dan tidak dikhawatirkan akan membutuhkan proses yang lama. Menurut metode campuran, perusahaan menyusun anggaran dengan memulainya dari atasan kemudian dilengkapi oleh karyawan atau bawahan. Jadi, ada pedoman terlebih dahulu dari atasan atau pimpinan kemudian dijabarkan oleh bawahan sesuai dengan arahan dari atasan. Metode ini agak lambat prosesnya tetapi dapat mengajak bawahan untuk beradaptasi dan bertanggung jawab

Tidak ada komentar: