Penyusunan anggaran dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai
metode, hal ini tergantung dari kebijakan dan ketetapan perusahaan yang
menunjukkan siapa yang bertanggungjawab terhadap penyusunan anggaran
perusahaan. Menurut Sofyan Harahap (2012:10) ditinjau dari siapa yang membuatnya
maka proses penyusunan anggaran dapat dilakukan dengan metode sebagai berikut: 1. “Otoriter atau top down
2. Demokrasi atau bottom up
3. Campuran atau top down dan bottom up”
Dalam metode otoriter atau top down, anggaran disusun dan ditetapkan
sendiri oleh pimpinan dan harus dilaksanakan bawahan tanpa keterlibatan bawahan
dalam penyusunannya. Bawahan tidak diminta keikutsertaannya dalam menyusun
anggaran. Metode ini ada baiknya jika karyawan tidak mampu menyusun anggaran
atau dianggap akan terlalu lama dan tidak tepat jika diserahkan kepada bawahan. Hal
ini bisa terjadi dalam perusahaan yang karyawannya tidak memiliki keahlian cukup
untuk menysun suatu anggaran. Atasan bisa saja menggunakan konsultan atau tim
khusus untuk menyusunnya.
Berdasarkan metode demokrasi atau bottom up, anggaran disusun berdasarkan
hasil keputusan karyawan. Anggaran disusun mulai dari bawahan sampai ke atasan.
Bawahan diberikan wewenang untuk menyusun anggaran yang akan dibuat. Metode
ini tepat digunakan jika karyawan sudah memiliki kemampuan dalam menysusun
anggaran dan tidak dikhawatirkan akan membutuhkan proses yang lama.
Menurut metode campuran, perusahaan menyusun anggaran dengan
memulainya dari atasan kemudian dilengkapi oleh karyawan atau bawahan. Jadi, ada
pedoman terlebih dahulu dari atasan atau pimpinan kemudian dijabarkan oleh
bawahan sesuai dengan arahan dari atasan. Metode ini agak lambat prosesnya tetapi
dapat mengajak bawahan untuk beradaptasi dan bertanggung jawab
Tidak ada komentar:
Posting Komentar