Menurut Ristono (2009), persediaan dapat diartikan sebagai barang – barang
yang disimpan untuk digunakan atau dijual pada masa atau periode yang akan datang.
Persediaan terdiri dari persediaan bahan baku, persediaan bahan setengah jadi, dan
persediaan barang jadi. Persediaan bahan baku dan bahan setengah jadi di simpan
sebelum digunakan atau dimasukan ke dalam proses produksi, sedangkan persediaan
barang jadi atau barang dagangan di simpan sebelum dijual atau dipasarkan.
Menurut Heizer dan Render (2011), persediaan adalah salah satu aset termahal
dari banyak perusahaan, mewakili sebanyak 50% dari keseluruhan modal yang
diinvestasikan. Manajer operasi diseluruh dunia telah menyadari bahwa manajemen
persediaan sangatlah penting. Di satu sisi, sebuah perusahaan dapat mengurangi biaya
dengan mengurangi persediaan. Di sisi lain, produksi dapat berhenti dan pelanggan
menjadi tidak puas ketika sebuah barang tidak tersedia. Tujuan manajemen
persediaan adalah menentukan keseimbangan antara investasi persediaan dengan
pelayanan pelanggan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar