Metode Economic Order Quantity (EOQ), Economic Order Quantity
(EOQ) merupakan salah satu model klasik yang pertama kali diperkenalkan
oleh FW Harris pada tahun 1915, tetapi lebih dikenal dengan metode Wilson
dikarenakan pada tahun 1934 metode EOQ dikembangkan oleh Wilson
(Sofyan, 2013:54).
Menurut Carter (2012:314) Kuantitas pesanan ekonomis atau EOQ
adalah jumlah persediaan yang dipesan pada suatu waktu yang menimbulkan
biaya persediaan tahunan.
Sedangkan menurut Freddy Rangkuti (2004;11) Economic Order
Quantity, dapat diartikan sebagai : “Jumlah pembelian bahan mentah pada
setiap kali pesan dengan biaya yang paling rendah”.
Metode EOQ digunakan untuk menentukan kuantitas pesanan persediaan
yang meminimumkan biaya langsung penyimpanan persediaan dan biaya
kebalikannya (inverse cost) pemesanan persediaan.
Menurut (Handoko, 2008 : 113) Asumsi dasar untuk menggunakan
metode EOQ adalah :
1. Permintaan dapat ditentukan secara pasti dan konstan sehingga
Biaya stocout dan yang berkaitan dengan kapasitasnya tidak ada.
2. Item yang dipesan independent dengan item yang lain.
3. Pemesan diterima dengan segera dan pasti.
4. Harga item yang konstan.
Menurut Prawirosentono (2009:186) Unsur metode EOQ adalah biaya
pemesanan, biaya penyimpanan, jumlah kebutuhan bahan per tahun, dan jumlah
kuantitas bahan setiap kali pemesanan.
Model EOQ di atas dapat diterapkan bila anggapan-anggapan berikut terpenuhi :
1. Permintaan akan produk adalah konstan, seragam dan diketahui.
2. Harga per unit adalah konstan.
3. Biaya penyimpanan per unit per tahun (C) adalah konstan
4. Biaya pemesanan per pesanan (S) adalah konstan.
5. Waktu antara pesanan dilakukan dan barang-barang diterima adalah Konstan
6. Tidak terjadi kekurangan bahan atau back orders.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar