Manajemen kualitas (quality manajemen) atau kualitas terpadu
(total quality manajemen = TQM) didefinisikan sebagai sauatu cara
meningkatkan kinerja manajemen secara terus menerus pada setiap level
operasi, dalam setiap area fungsional dari suatu organisasi, dengan
menggunakan semua sumber daya manusia dan modal yang tersedia.1
Sedangkan ISO 8402 (quality vocabulary) mendefinisikan manajemen
kualitas sebagai semua aktivitas dari fungsi manajemen secara
keseluruhan yang menentukan kebijaksanaan kualitas, tujuan- tujuan dan
tanggung jawab, serta mengimplementasikannya melalui alat- alat seperti
perencanaan kualitas (quality planning), pengendalian kualitas (quality
control), jaminan kualitas (quality assurance) dan peningkatan kualitas
(quality improvement).2
Definisi umum mengenai kualitas dikemukakan oleh empat guru
kualitas: (1) Joseph M.Juran, mendefinisikan kualitas sebagai kecocokan
untuk pemakaian (fitness for use), yang menekankan orientasi pada
pemenuhan harapan pelanggan, (2) Philiph B. Crosby, mengemukakan
pentingnya melibatkan setiap orang dalam organisasi pada proses, yaitu
dengan menekankan kesesuaian individual terhadap persyaratan maupun tuntutan, (3) W. Edwars Deming, penekanan utama adalah perbaikan dan
pengukuran kuaitas secara terus menerus, (4) Taguchi, filosofi
didasarkan pada premis bahwa biaya dapat diturunkan dengan cara
memperbaiki kualitas dan kualitas secara otomatis dapat diperbaiki
dengan cara mengurangi variasi dalam produk atau proses. Stragi
Taguchi difokuskan pada loss function.
3
Manajemen kualitas sendiri dapat diartikan sebagai pengelolaan
kualitas semua komponen yang berkepentingan dengan visi dan misi
organisasi. Pada dasarnya manajemen kualitas itu bukanlah
pembebananataupun pemeriksaan, tetapi manajem kualitas terpadu
adalah lebih dari usaha untuk melakukan sesuatu yang benar setiap
waktu, dari pada melakukan pemeriksaan pada waktu tertentu ketika
terjadi kesalahan.4
Manajemen kualitas terpadu merupakan perluasan dan
pengembangan dari jaminan mutu. Manajemen kualitas terpadu adalah
tentang usaha menciptakan kultur mutu, yang mendorong semua anggota
stafnya untuk memuaskan para pelanggan. Dalam konsep mutu terpadu
pelanggan adalah raja.5 Menurut Bennet and Kerr, manajemen mutu total
(TQM) adalah konsep dan metode yang memerlukan komitmen dan
keterlibatan pihak manajemen dan seluruh pengelola perusahaan untuk
memenuhi keinginan atau kepuasan pelanggan secara konsisten. Dalam
TQM tidak hanya manajemen yang bertanggung jawab dalam memenuhi keinginan pelanggan, tetapi juga peran aktif seluruh anggota untuk
memperbaiki mutu produk atau jasa yang dihasilkannya.6
Sedangkan
menurut Tobin, mendefeinisikan TQM sebagai usaha untuk mendapatkan
manfaat kompetitif dengan cara secara terus menerus memperbaiki setiap
fase budaya onal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar