Demi menjalankan fungsi-fungsi persediaan, perusahaan harus
memelihara empat jenis (Heizer & Render, 2015), yaitu :
a. Persediaan bahan mentah (raw material inventory)
Yaitu bahan bahan yang biasanya dibeli tetapi belum memasuki
proses produksi.
b. Persediaan barang dalam proses
Yaitu komponen-kompenen atau bahan mentah yang telah
melewati beberapa proses perubahaan, tetapi belum selesai.
c. MRO (maintenance, repair, operating)
Persediaan yang disediakan untuk perlengkapan pemeliharaan/
perbaikan/operasi yang dibutuhkan untuk menjaga mesin dan proses
tetap produktif. d. Persediaan barang jadi
Barang yang sudah siap dijual, tetapi masih merupakan aset dalam
pembukuan perusahaan.
Sedangkan menurut Stevenson & Chuong (2014), jenis persediaan
dapat dikelompokkan menjadi lima, antara lain sebagai berikut:
a. Bahan mentah dan suku cadang yang dibeli
b. Barang setengah jadi
c. Persediaan barang jadi
d. Suku cadang pengganti, alat-alat, dan pasokan
e. Barang dalam transit ke gudang atau pelanggan (persediaan pipa saluran)
Sedangkan Fahmi (2012) mengelompakkan persediaan secara umum
menjadi tiga, yaitu:
a. Persediaan dalm bentuk barang mentah.
b. Persediaan dalam bentuk barang setengah jadi atau barang dalam proses.
c. Persediaan dalam bentuk barang jadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar