Persediaan dapat memiliki berbagai fungsi yang menambah
fleksibelitas operasi perusahaan. Keempat fungsi persediaan adalah sebagai
berikut (Heizer & Render, 2015):
a. Memberikan pilihan barang agar dapat memenuhi permintaan pelanggan
yang diantisipasi dan memisahkan perusahaan dari fluktuasi permintaan.
Persediaan seperti ini digunakan secara umum pada perusahaan ritel.
b. Memisahkan beberapa tahapan dari proses produksi. Contohnya jika
persediaan sebuah perusahaan berfluktuasi, persediaan tambahan
mungkin diperlukan agar bisa memisahkan proses produksi dari
pemasok.
c. Mengambil keuntungan dari potongan jumlah karena pembelian dalam
jumlah besar dapat menurunkan biaya pengiriman barang.
d. Menghindari inflasi dan kenaikan harga.
Sementara itu Stevenseon & Chuong (2014) menjelaskan fungsi
persediaan dengan lebih rinci, antara lain sebagai berikut:
a. Memenuhi permintaan pelanggan yang diperkirakan. Persediaan ini di
rujuk sebagai persediaan antisipasi karena di simpan untuk memuaskan
permintaan yang di perkirakan.
b. Memperlancar persyaratan produksi. Perusahaan yang mangalami pola
musiman dalam permintaan seringkali membangun persediaan selama
periode pramusim untuk mememnuhi keperluan yang luar biasa tinggi selama periode musiman. Persediaan ini di sebut dengan nama yang
sesuai yaitu persediaan musiman.
c. Memisahkan operasi. Secara historis, perusahaan manufaktur telah
menggunakan persediaan sebagai penyangga antara operasi yang
berurutan untuk memelihara kontinuitas.
d. Perlindungan terhadap kehabisan persediaan. Pengiriman yang tertunda
dan peningkatan yang tidak terduga dalam permintaan akan menigkatkan
resiko kehabisan persediaan. Resiko kehabisan persediaan dapat di
kurangi dengan menyimpan persediaaan aman yang merupakan
persediaaan berlebih dari permintaan rata-rata untuk mengkompensasi
variabilitas dalam permintaan dan waktu tunggu.
e. Mengambil keuntungan dari siklus pesanan. Untuk meminimalkan biaya
pembelian dan persediaan, perusahaan seringkali membeli dalam jumlah
yang melampaui kebutuhan jangka pendek.
f. Melindungi dari peningkatan harga. Secara berkala perusahaan akan
menduga bahwa peningkatan harga yang substansial akan terjadi dan
membeli jumlah yang lebih besar dari normal untuk mengalahkan
kenaikan tersebut.
g. Memungkinkan operasi. Fakta bahwa operasi (produksi) membutuhkan
waktu tertentu (yaitu, tidak secara instan) berarti bahwa akan terdapat
sejumlah persediaan barang dalam proses. Hukum little (littes law) dapat
berguna dalam menghitung persediaan pipa saluran. Hukum tersebut
menyatakan bahwa jumlah perseidaan rata-rata dalam sebuah sistem sama dengan produk dari tingkat rata-rata permintaan dan waktu rata-rata
sebuah unit berada dalam sistem (yaitu tingkat permintaan rata-rata).
h. Mengambil keuntungan dari diskon kuantitas. Pemasok dapat
memberikan diskon untuk pesanan besar.
Fungsi-fungsi yang telah disebutkan diatas sangat diperlukan
perusahaan, karena perusahaan menghadapi berbagai faktor resiko sebagai
berikut (Yamit, 2011) :
a. Adanya unsur ketidakpastian permintaan (permintaan yang mendadak).
b. Adanya unsur ketidakpastian dari pasokan supplier.
c. Adanya unsur ketidakpastian tenggang waktu pemesanan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar