Beberapa literatur sebelumnya telah menunjukkan bahwa tidak ada konsensus mengenai
definisi pasti dari sentimen investor. Definisi umum yang biasanya digunakan berasal dari konsep
noise trader (Black, 1986). Dari teori noise trader muncul sejumlah model berbasis perilaku yang
telah mencoba untuk menjelaskan pengaruh noise trader dalam menentukan harga saham (De
Long, 1990; Shleifer, Summers and Waldman, 1991; Campbell and Kyle, 1993). Ada tiga pendekatan
pengukuran yang dapat digunakan untuk mengukur sentimen investor yaitu pengukuran secara
langsung (direct measure), pengukuran secara tidak langsung (indirect measure), dan meta measure.
Pengukuran langsung dari sentimen investor memiliki satu kelebihan besar. Survei sentimen diukur
langsung dengan menanyakan orang tentang harapan mereka terhadap pasar sehingga menghasilkan
indikator yang sangat tepat. Namun, memiliki sumber yang mungkin banyak melakukan kesalahan
dalam memberikan respon seperti pewawancara, kuesioner atau mungkin respondennya (Groves,
1989). Pengukuran sentimen tidak langsung merujuk ke variabel keuangan dan memerlukan teori
yang berkaitan terhadap sentimen. Kelemahan pengukuran tidak langsung terletak pada perlunya
membangun teori dan interpretasi masing-masing yang berpotensi membuat hubungan yang pastintara teori dan empirik hilang. Namun, penggunaan pengukuran tidak langsung hingga saat ini sering
digunakan pada beberapa literatur karena kemudahan dan sederhana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar