Kamis, 16 April 2020

Sentimen Investor (skripsi dan tesis)

Beberapa literatur sebelumnya telah menunjukkan bahwa tidak ada konsensus mengenai definisi pasti dari sentimen investor. Definisi umum yang biasanya digunakan berasal dari konsep noise trader (Black, 1986). Dari teori noise trader muncul sejumlah model berbasis perilaku yang telah mencoba untuk menjelaskan pengaruh noise trader dalam menentukan harga saham (De Long, 1990; Shleifer, Summers and Waldman, 1991; Campbell and Kyle, 1993). Ada tiga pendekatan pengukuran yang dapat digunakan untuk mengukur sentimen investor yaitu pengukuran secara langsung (direct measure), pengukuran secara tidak langsung (indirect measure), dan meta measure. Pengukuran langsung dari sentimen investor memiliki satu kelebihan besar. Survei sentimen diukur langsung dengan menanyakan orang tentang harapan mereka terhadap pasar sehingga menghasilkan indikator yang sangat tepat. Namun, memiliki sumber yang mungkin banyak melakukan kesalahan dalam memberikan respon seperti pewawancara, kuesioner atau mungkin respondennya (Groves, 1989). Pengukuran sentimen tidak langsung merujuk ke variabel keuangan dan memerlukan teori yang berkaitan terhadap sentimen. Kelemahan pengukuran tidak langsung terletak pada perlunya membangun teori dan interpretasi masing-masing yang berpotensi membuat hubungan yang pastintara teori dan empirik hilang. Namun, penggunaan pengukuran tidak langsung hingga saat ini sering digunakan pada beberapa literatur karena kemudahan dan sederhana 

Tidak ada komentar: