Sebagai Proksi Pengukuran Sentiman Investor
Dalam penelitian ini, pengukuran sentimen investor menggunakan pendekatan pengukuran
langsung (direct measure). Data yang lazim digunakan dalam pendekatan ini adalah dengan
menggunakan Indeks Keyakinan Konsumen (Consumer Confidence Index). Alasan yang mendasari
penggunaan data ini karena indeks keyakinan konsumen dan sentimen investor adalah dua hal yang
sama dan memiliki keterkaitan yang erat (Fisher and Statman, 2003; Jansen and Nahuis, 2003;
Lemmon and Portniaguina, 2006; Ferrer et al., 2016). Selanjutnya, indeks keyakinan konsumen
merupakan data indeks yang bertujuan untuk mengetahui keyakinan konsumen mengenai kondisi
ekonomi saat ini, yang tercermin dari tingkat konsumsi responden dan ekspektasi konsumen terhadap
kondisi perekonomian pada 6 (enam) bulan yang akan datang (Bank Indonesia, 2016).
Metode pengumpulan data yang digunakan oleh Bank Indonesia untuk membuat indeks ini
adalah dengan metode survey. Metode survey merupakan metode yang paling mendekati untuk dapat
mengkuantifikasi opini dan keyakinan masyarakat mengenai kondisi perekonomian maupun pasar
modal di masa yang akan datang dan metode ini adalah metode yang paling baik sebagai proksi
sentimen investor karena metode ini secara langsung dapat mengukur ekspektasi para investor (Zhang,
2008). Tingkat keyakinan investor yang tercermin dalam data IKK berwujud dua kondisi yaitu kondisi
optimis dan pesimis. Investor disebut optimis apabila indeks diatas angka 100 dan pesimis apabila
dibawah 100.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar