Kamis, 16 April 2020

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) (skripsi dan tesis0

Sebagai Proksi Pengukuran Sentiman Investor Dalam penelitian ini, pengukuran sentimen investor menggunakan pendekatan pengukuran langsung (direct measure). Data yang lazim digunakan dalam pendekatan ini adalah dengan menggunakan Indeks Keyakinan Konsumen (Consumer Confidence Index). Alasan yang mendasari penggunaan data ini karena indeks keyakinan konsumen dan sentimen investor adalah dua hal yang sama dan memiliki keterkaitan yang erat (Fisher and Statman, 2003; Jansen and Nahuis, 2003; Lemmon and Portniaguina, 2006; Ferrer et al., 2016). Selanjutnya, indeks keyakinan konsumen merupakan data indeks yang bertujuan untuk mengetahui keyakinan konsumen mengenai kondisi ekonomi saat ini, yang tercermin dari tingkat konsumsi responden dan ekspektasi konsumen terhadap kondisi perekonomian pada 6 (enam) bulan yang akan datang (Bank Indonesia, 2016). Metode pengumpulan data yang digunakan oleh Bank Indonesia untuk membuat indeks ini adalah dengan metode survey. Metode survey merupakan metode yang paling mendekati untuk dapat mengkuantifikasi opini dan keyakinan masyarakat mengenai kondisi perekonomian maupun pasar modal di masa yang akan datang dan metode ini adalah metode yang paling baik sebagai proksi sentimen investor karena metode ini secara langsung dapat mengukur ekspektasi para investor (Zhang, 2008). Tingkat keyakinan investor yang tercermin dalam data IKK berwujud dua kondisi yaitu kondisi optimis dan pesimis. Investor disebut optimis apabila indeks diatas angka 100 dan pesimis apabila dibawah 100.

Tidak ada komentar: