Penggunaan informasi akuntansi pada UMKM membawa pengaruh positif
terhadap keberhasilan UMKM. Hal tersebut diungkapkan oleh Arlianto (2014),
penelitiannya pada UMKM Konveksi di Desa Padurenan Kecamatan Gebog Kabupaten
Kudus membuktikan bahwa semakin tinggi
tingkat penggunaan informasi akuntansi pada suatu usaha, maka tingkat keberhasilan
UMKM juga akan semakin meningkat. Penggunaan informasi akuntansi yang berupa
informasi operasi, informasi akuntansi manajemen, dan informasi akuntansi
keuangan dapat digunakan oleh pelaku UMKM untuk perencanaan usaha, mengontrol
kegiatan usaha, mengambil keputusan dalam pengelolaan usaha, serta untuk
melakukan evaluasi, sehingga hal tersebut nantinya dapat menunjang keberhasilan
usaha.
Haswell
dan Holmes (1989) dalam Solovida (2003) menjelaskan bahwa kekurangan informasi
akuntansi dalam manajemen perusahaan dapat membahayakan perusahaan kecil. Kondisi
keuangan yang memburuk dan kekurangan catatan akuntansi akan membatasi akses
untuk memperoleh informasi yang diperlukan, sehingga berpotensi menyebabkan
sulit berkembangnya perusahaan bahkan hingga terjadi kegagalan perusahaan.
Informasi akuntansi berguna bagi perusahaan-perusahaan yang beroperasi di
lingkungan yang dinamis dan kompetitif karena informasi akuntansi membantu para
manajer dalam mengintegrasikan inisiatif operasional dalam perencanaan strategi
jangka panjang (Ismail and King, 2005). Agar data keuangan dapat dimanfaatkan
oleh pihak internal dan eksternal perusahaan, maka data tersebut harus disusun
dengan baik. Informasi akuntansi digolongkan menjadi tiga, yaitu (Anthony dan
Reece dalam Sitoresmi, 2013):
a.
Informasi Operasi
Informasi ini
menyediakan data mentah bagi informasi akuntansi keuangan dan informasi
akuntansi manajemen. Informasi operasi pada perusahaan manufaktur adalah
informasi pembelian dan pemakaian bahan baku, informasi produksi, informasi
penggajian, informasi penjualan, dan lain-lain
b.
Informasi Akuntansi Manajemen
Informasi
akuntansi manajemen ditujukan kepada pihak internal perusahaan, dan merupakan
informasi saat ini dan masa yang akan datang yang tidak memiliki sifat
historikal. Informasi ini digunakan untuk tiga fungsi manajemen, yaitu
perencanaan, implementasi dan pengendalian. Informasi akuntansi manajemen
disajikan kepada manajemen perusahaan dalam bentuk laporan, seperti anggaran,
laporan penjualan, laporan biaya produksi, laporan biaya menurut pusat pertanggungjawaban,
laporan biaya menurut aktivitas, dan lain-lain.
c.
Informasi Akuntansi Keuangan
Informasi
akuntansi keuangan digunakan oleh manajer maupun pihak eksternal perusahaan,
bertujuan untuk menyediakan informasi tentang posisi keuangan, kinerja dan
perubahan keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi pemakai dalam hal
pengambilan keputusan ekonomi. Wujud nyata dari informasi akuntansi adalah
laporan keuangan yang terdiri dari neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan
ekuitas, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan. Informasi ini
bersifat historikal dan harus disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan
(SAK).
Menurut Holmes
dan Nicholls (1989) dalam Sitoresmi (2013), terdapat tiga jenis informasi
akuntansi menurut manfaatnya bagi pemakai, yaitu:
a.
Statutory accounting information, informasi ini merupakan informasi akuntansi yang
terdiri dari buku kas masuk, buku kas keluar, buku hutang, buku piutang, buku
inventaris, buku persediaan, buku penjualan, dan buku pembelian.
b.
Budgetary information (informasi anggaran), informasi ini merupakan informasi akuntansi yang
terdiri dari anggaran arus kas, anggaran penjualan, anggaran biaya produksi,
dan anggaran biaya operasi.
Additional accounting information (informasi
tambahan), informasi ini merupakan
informasi akuntansi yang terdiri dari laporan persediaan, laporan gaji
karyawan, dan laporan biaya produksi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar