Minggu, 26 April 2020

Pengertian Turnover intention (skripsi dan tesis)

 Pareke dalam Malna, Rodhiyah, dan Dewi (2015) menyatakan bahwa turnover intention adalah keinginan untuk berpindah pekerjaan atau keinginan untuk keluar dari suatu organisasi dalam bentuk berhenti kerja atau pindah ke organisasi lain karena tidak merasa nyaman dan berkeinginan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik lagi. Pada dasarnya sikap individu yang mempunyai keinginan untuk keluar dari suatu organisasi adalah hal yang umum. Turnover intention adalah tindakan akhir yang akan diambil oleh individu untuk keluar dari organisasi dikarenakan faktor-faktor yang mendorong individu tersebut berkeinginan untuk keluar dari organisasi.
Tet dan Meyer dalam Ridlo (2012) mengungkapkan definisi intention to leave yaitu niat karyawan untuk meninggalkan organisasi secara hasrat disengaja dan secara sadar dari diri karyawan untuk meninggalkan organisasi. Turnover intention dapat diartikan sebagai niat karyawan untuk berpindah dari suatu organisasi atau keluar dari organisasi, baik dalam bentuk pemberhentian atau pengunduran diri (Putri dan Suana, 2016). Turnover intention yang terjadi pada individu didalam organisasi menggambarkan perasaan individu untuk keluar, mencari pekerjaan di tempat lain dan keinginan individu untuk meninggalkan pekerjaannya. Dengan demikian, turnover intention (intensi keluar) adalah kecenderungan perasaan individu atau niat individu yang memiliki keinginan untuk berhenti dari pekerjaannya (Zeffane, dalam Polii, 2015).
Susiani (2014) menungkapkan bahwa tingkat turnover intention yang terjadi dalam organisasi mengarah pada kenyataan akhir yang berupa keluarnya karyawan pada saat tertentu. Susiani (2014) mengungkapkan bahwa turnover intention merupakan perasaan yang timbul dari individu yaitu niat untuk berhenti dari pekerjaanya secara sukarela menurut pilihannya sendiri. Shaw, Delery, Jenkins, dan Gupta, (dalam Bramantara dan Kartika, 2014) mengungkapkan bahwa turnover intenion terbagi menjadi dua yaitu yang pertama voluntary turnover atau quit adalah keputusan yang diambil oleh individu untuk keluar atau meninggalkan organisasi secara sukarela, sebaliknya yang kedua yaitu involuntary turnover atau pemecatan merupakan keputusan dari organisasi untuk menghentikan hubungan kerja pada individu dan bersifat uncontrollable bagi individu yang 3 mengalami pemecatan atau unvoluntary turnover.
Jackofsky dan Peter (1983, dalam Bramantara dan Kartika, 2014) memberi batasan pada turnover yakni sebagai perpindahan individu yaitu karyawan dari pekerjaannya sekarang. Perilaku individu yang berkeinginan untuk pindah atau keluar dari organisasi ini merupakan perilaku yang sulit dicegah. Keinginan untuk pindah (turnover intention) yang akhirnya akan muncul keputusan individu untuk meninggalkan pekerjaannya (Sijabat, 2011). Seringkali dilihat dalam perusahaan individu yang dalam bekerja tidak mengerahkan kemampuannya yang hal ini disebabkan karena adanya keinginan untuk berpindah ke perusahaan lain (Garnita dan Suana, 2014). Turnover intention yang terjadi dalam perusahaan merupakan isu negatif yang dapat memberi dampak pada perusahaan namun apabila perusahaan dapat mengatasinya dengan baik dapat menjadi isu positif bagi perusahaan. Turnover intention dapat dijadikan indikator pengambilan kebijakan oleh perusahaan. 

Tidak ada komentar: