Minggu, 26 April 2020

Dimensi Dalam Turnover intention (skripsi dan tesis)

1.         
Mobley (2011) mengemukakan, ada tiga indikator yang digunakanuntuk mengukur turnover intention, yaitu :
a.       Pikiran-pikiran untuk berhenti (thoughts of quitting) bekerja
Mencerminkan individu untuk berpikir keluar dari pekerjaan atau tetap beradadi lingkungan pekerjaan. Diawali dengan ketidakpuasan kerja yang dirasakanoleh karyawan, kemudian karyawan mulai berfikir untuk keluar dari tempatbekerjanya saat ini sehingga mengakibatkan tinggi rendahnya intensitas untuktidak hadir ke tempatnya bekerja.
b.      Keinginan untuk meninggalkan (intention to quit) pekerjaan
Mencerminkan individu untuk mencari pekerjaan pada organisasi lain. Jikakaryawan sudah mulai sering berfikir untuk keluar dari pekerjaannya,karyawan tersebut akan mencoba mencari pekerjaan diluar perusahaannyayang dirasa lebih baik.
c.       Keinginan untuk mencari pekerjaan lain (intention to search for another job)
Mencerminkan individu yang berniat untuk keluar. Karyawan berniat untukkeluar apabila telah mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, cepat atau  lambat akan diakhiri dengan keputusan karyawan tersebut untuk tetap tinggalatau keluar dari pekerjaannya.
Indikasi terjadinya turnover intention menurut Harnoto (dalam Alfiyah, 2013) adalah:
a.       Absensi yang meningkat
Pegawai yang berkinginan untuk melakukan pindah kerja, biasanya ditandai dengan absensi yang semakin meningkat. Tingkat tanggung jawab pegawai dalam fase ini sangat kurang dibandingkan dengan sebelumnya.
b.      Mulai malas bekerja
Pegawai yang berkinginan untuk melakukan pindah kerja, akan lebih malas bekerja karena orientasi pegawai ini adalah bekerja di tempat lainnya yang dipandang lebih mampu memenuhi semua keinginan pegawai bersangkutan
c.       Peningkatan terhadap pelanggaran tata tertib kerja
Berbagai pelanggaran terhadap tata tertib dalam lingkungan pekerjaan sering dilakukan pegawai yang akan melakukan turnover. Pegawai lebih sering meninggalkan tempat kerja ketika jam-jam kerja berlangsung, maupun berbagai bentuk pelanggaran lainnya
d.      Peningkatan protes terhadap atasan
Pegawai yang berkinginan untuk melakukan pindah kerja, lebih sering melakukan protes terhadap kebijakan-kebijakan perusahaan kepada atasan. Materi protes yang ditekankan biasanya berhubungan dengan balas jasa atau aturan lain yang tidak sependapat dengan keinginan pegawai.
e.       Perilaku positif yang sangat berbeda dari biasanya
Biasanya hal ini berlaku untuk pegawai yang karakteristik positif. Pegawai ini mempunyai tanggung jawab yang tinggi terhadap tugas yang dibebankan, dan jika perilaku positif pegawai ini meningkat jauh dan berbeda dari biasanya justru menunjukkan pegawai ini akan melakukan turnover.
Lichtenstein (dalam Mufidah, 2016) menyebutkan tiga aspek turnover intention yaitu:
a.       Adanya kesempatan untuk meninggalkan organisasi.
b.      Ada keinginan untuk meninggalkan pekerjaan yang sekarang.
c.       Berencana untuk mencari pekerjaan baru dalam waktu dekat
Turnover intention diklasifikasikan ke dalam 2 jenis dimensi (Ghosh, Satyawadi, Joshi, dan Shadman, 2013):
a.       Voluntary Turnover
Merupakan keinginan dari karyawan itu sendiri untuk mengundurkandiri. Pada voluntary turnover ini sering terjadi yaitu karyawan seringberpikiran untuk mengundurkan diri dari pekerjaan mereka saat ini danmencari pekerjaan baru kemudian bermigrasi ke perusahaan yang lain.
b.      Involuntary Turnover
Dalam involuntary turnover mengacu pada pemberhentian karyawan. Turnover ini dapat terjadi karena disfungsional yaitu perusahaan gagal mempertahankan karyawan yang berpretasi atau fungsional yaitu karyawan yang berkinerja buruk bagi perusahaan, hal ini tergantung pada karyawan yang mana yang meninggalkan perusahaan (Ghosh et al, 2013)

Tidak ada komentar: