1.
Mobley (2011)
mengemukakan, ada tiga indikator yang digunakanuntuk mengukur turnover intention, yaitu :
a. Pikiran-pikiran
untuk berhenti (thoughts of quitting) bekerja
Mencerminkan individu untuk
berpikir keluar dari pekerjaan atau tetap beradadi lingkungan pekerjaan.
Diawali dengan ketidakpuasan kerja yang dirasakanoleh karyawan, kemudian
karyawan mulai berfikir untuk keluar dari tempatbekerjanya saat ini sehingga
mengakibatkan tinggi rendahnya intensitas untuktidak hadir ke tempatnya bekerja.
b. Keinginan
untuk meninggalkan (intention to quit) pekerjaan
Mencerminkan individu untuk mencari
pekerjaan pada organisasi lain. Jikakaryawan sudah mulai sering berfikir untuk
keluar dari pekerjaannya,karyawan tersebut akan mencoba mencari pekerjaan diluar
perusahaannyayang dirasa lebih baik.
c. Keinginan
untuk mencari pekerjaan lain (intention
to search for another job)
Mencerminkan individu yang berniat
untuk keluar. Karyawan berniat untukkeluar apabila telah mendapatkan pekerjaan
yang lebih baik, cepat atau lambat akan
diakhiri dengan keputusan karyawan tersebut untuk tetap tinggalatau keluar dari
pekerjaannya.
Indikasi
terjadinya turnover intention menurut Harnoto (dalam Alfiyah, 2013)
adalah:
a. Absensi
yang meningkat
Pegawai
yang berkinginan untuk melakukan pindah kerja, biasanya ditandai dengan absensi
yang semakin meningkat. Tingkat tanggung jawab pegawai dalam fase ini sangat
kurang dibandingkan dengan sebelumnya.
b. Mulai
malas bekerja
Pegawai
yang berkinginan untuk melakukan pindah kerja, akan lebih malas bekerja karena
orientasi pegawai ini adalah bekerja di tempat lainnya yang dipandang lebih
mampu memenuhi semua keinginan pegawai bersangkutan
c. Peningkatan
terhadap pelanggaran tata tertib kerja
Berbagai
pelanggaran terhadap tata tertib dalam lingkungan pekerjaan sering dilakukan
pegawai yang akan melakukan turnover. Pegawai lebih sering meninggalkan
tempat kerja ketika jam-jam kerja berlangsung, maupun berbagai bentuk
pelanggaran lainnya
d. Peningkatan
protes terhadap atasan
Pegawai
yang berkinginan untuk melakukan pindah kerja, lebih sering melakukan protes
terhadap kebijakan-kebijakan perusahaan kepada atasan. Materi protes yang
ditekankan biasanya berhubungan dengan balas jasa atau aturan lain yang tidak
sependapat dengan keinginan pegawai.
e. Perilaku
positif yang sangat berbeda dari biasanya
Biasanya
hal ini berlaku untuk pegawai yang karakteristik positif. Pegawai ini mempunyai
tanggung jawab yang tinggi terhadap tugas yang dibebankan, dan jika perilaku
positif pegawai ini meningkat jauh dan berbeda dari biasanya justru menunjukkan
pegawai ini akan melakukan turnover.
Lichtenstein
(dalam Mufidah, 2016) menyebutkan tiga aspek turnover intention yaitu:
a. Adanya
kesempatan untuk meninggalkan organisasi.
b. Ada
keinginan untuk meninggalkan pekerjaan yang sekarang.
c. Berencana
untuk mencari pekerjaan baru dalam waktu dekat
Turnover
intention diklasifikasikan ke dalam 2 jenis dimensi (Ghosh,
Satyawadi, Joshi, dan Shadman, 2013):
a. Voluntary
Turnover
Merupakan keinginan dari karyawan
itu sendiri untuk mengundurkandiri. Pada voluntary
turnover ini sering terjadi yaitu
karyawan seringberpikiran untuk mengundurkan diri dari pekerjaan mereka saat
ini danmencari pekerjaan baru kemudian bermigrasi ke perusahaan yang lain.
b. Involuntary Turnover
Dalam involuntary turnover
mengacu pada pemberhentian karyawan. Turnover
ini dapat terjadi karena disfungsional yaitu perusahaan gagal mempertahankan
karyawan yang berpretasi atau fungsional yaitu karyawan yang berkinerja buruk
bagi perusahaan, hal ini tergantung pada karyawan yang mana yang meninggalkan
perusahaan (Ghosh et al, 2013)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar