Komitmen organisasional (organizational commitment),
didefinisikan sebagai suatu keadaan
dimana seseorang karyawan memihak organisasi tertentu serta tujuan-tujuan
dan keinginannya untuk mempertahankan keanggotaan dalam organisasi tersebut.
Jadi, keterlibatan pekerjaan yang tinggi berarti memihak pada pekerjaan
tertentu seseorang individu, sementara
komitmen organisasional yang tinggi berarti memihak organisasi yang merekrut
individu tersebut. (Robbins, 2008). Menurut Iverson (2007) komitmen organisasi adalah prediktor terbaik
dalam perubahan dibandingkan dengan kepuasan kerja, dimana karyawan yang
memiliki komitmen organisasi yang tinggi akan mengerahkan usaha lebih dalam
proyek perubahan (Julita dan Rafaei, 2010).
Becker menyatakan
komitmen organisasi adalah variable
criterion dalam mengukur dampak perubahan organisasi dikarenakan adanya hubungan
yang kuat antara karyawan dengan organisasi (Julita dan Rafaei, 2010). Komitmen organisasi merupakan tingkat
sampai sejauh mana seorang karyawan memihak pada suatu organisasi tertentu dan
tujuan-tujuannya, serta berniat untuk mempertahankan keanggotaannya dalam
organisasi tersebut. Seringkali,
komitmen organisasional diartikan secara individu dan berhubungan dengan
keterlibatan orang tersebut pada organisasi tersebut (Ikhsan dan M Ishak, 2005). Komitmen organisasional menurut Ivancevich
(2007:234) adalah perasaan idenifikasi, keterlibatan, dan kesetiaan yang
diekspresikan oleh pegawai terhadap organisasi. Berdasarkan
pengertian tersebut dapat diidentifikasi bahwa komitmen terhadap organisasi
melibatkan tiga sikap yaitu, rasa identifikasi dengan tujuan organisasi,
perasaan terlibat dalam tugas-tugas organisasi, dan perasaan setia terhadap
organisasi.Bukti penelitian menunjukkan bahwa tidak adanya komitme
organisasional dapat mengurangi efektivitas organisasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar