Menurut Gibson
(2009:315) komitmen terhadap organisasi melibatkan tiga sikap: (1) identifikasi
dengan tujuan organisasi, (2) perasaaan keterlibatan dalam tugas-tugas
organisasi, dan (3) Perasaaan loyalitas terhadap organisasi. Allen dan Meyer (dalam Robbins, 2008) menyatakan bahwa
organisasi merefleksikan
tiga komponen utama yaitu:
1.
Kelekatan
afektif inidividu (affective commitment)
Komitmen
Afektif (affective commitment), terjadi apabila karyawan ingin menjadi
bagian dari organisasi karena adanya ikatan emosional (emotional attachment) atau psokologis terhadap organisasi.
2.
Kerugian
yang diterima individu ketika meninggalkan organisasi (continuance commitmen)
Komitmen
Kontinu (continuance commitment), muncul apabila karyawan tetap bertahan pada
suatu organisasi karena membutuhkan gaji dan keuntungan-keuntungan lain atau
karena karyawan tersebut tidak menemukan pekerjaan lain. Dengan kata lain,
karyawan tersebut tinggal di organisasi itu karena dia membutuhkan organisasi
tersebut.
3.
Kesetiaan
individu (normative commitment)
Kesetiaan individu (normative commitment)
timbul dari nilai-nilai diri karyawan. Karyawan
bertahan menjadi anggota suatu organisasi karena memiliki kesadaran bahwa
komitmen terhadap organisasi merupakan hal yang memang seharusnya dilakukan. Jadi, karyawan tersebut tinggal di organisasi
itu karena dia merasa berkewajiban untuk itu.
Tiga
tipe komitmen organisasi yang dijelaskan mengkarakteristikkan hubungan karyawan
dengan organisasi memiliki bahwa karyawan akan tetap berada dalam organisasi
tersebut. Komitmen organisasi dipercaya akan memunculkan kontribusi positif
dalam diri karyawan. Karyawan
yang memiliki komitmen terhadap organisasinya akan tetap tinggal dalam
organisasi, bekerja secara rutin dan fullday,
melindungi asset-aset organisasi dan mempercayai tujuan organisasi yang akan
diraih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar