Schiffman
& Kanuk (2007) mendefinisikan, “Brand
personality is a set of human characteristic that become associated with a brand.”
yang dapat diartikan bahwa kepribadian merek adalah seperangkat karateristik
seseorang yang diasosiasikan dengan sebuah merek. Kepribadian merek yang
dimiliki sebuah produk akan menarik perhatian konsumen sehingga konsumen
memiliki niat untuk membeli. Konsumen telah mengenal merek yang bermacam-macam
sehingga kepribadian merek termasuk merupakan hal penting dalam pengambilan keputusan
konsumen, dapat menimbulkan niat pembelian dalam benak konsumen (Louis &
Lombart, 2010)
Kepribadian
merek merupakan metafora yang berlaku untuk merek yang dimana adalah bahwa
konsumen tumbuh afinitas terhadap merek didasarkan pada kepribadiannya (Koebel
dan Ladwein, 2017). Kepribadian merek dapat membantu seorang konsumen dapat
mengidentifikasi dirinya dalam hubungannya dengan merek berdasarkan kepribadian
sendiri yang berasal dari merek. Ferrandi dan Valette-Florence (2012) membuat
konsep kepribadian merek sebagai seluruh ciri-ciri kepribadian yang digunakan
untuk mengkarakterisasi individu yang terkait dengan merek.
Dalam
hal lain, kepribadian merek dapat digunakan untuk menganalisis perilaku
konsumen untuk produk atau pilihan merek tertentu. Contoh, produsen kopi telah
menemukan bahwa peminum kopi berat cenderung mempunyai kemampuan sosialisasi
yang tinggi. Oleh karena itu, untuk menarik konsumen, Starbucks dan gerai kafe
lainnya menciptakan lingkungan dimana orang dapat bersantai dan bersosialisasi
dengan secangkir kopi panas. Idenya bahwa merek tersebut juga mempunyai
kepribadian, dan bahwa konsumen senang memilih merek dengan kepribadian yang
sesuai dengan kepribadian mereka. Kepribadian merek (merek personality) adalah bauran khusus karakteristik perilaku
manusia yang dikaitkan dengan merek tertentu Kotler (2012).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar