Untuk
mengukur kepribadian merek maka
dikembangkan sebuah model Kepribadian Merek yang terdiri dari lima dimensi inti
yaitu ketulusan (sincerity),
kegembiraan (excitement), kompetensi
(competence), kecanggihan (sophistication), kekasaran (ruggedness) (Aaker, 1997). Dijelaskan
lebih lanjut bahwa dimensi yang
dirancang untuk menggambarkan struktur dan sifat dari kepribadian merek ini adalah sebagai berikut :
a.
Dimensi sincerity adalah ketulusan atau kesungguhan. Sincerity
menggambarkan kejujuran dalam kualitas, keaslian produk, sederhana dan ceria.
b.
Dimensi excitement menunjukan kepribadian yang menyenangkan, unik, berjiwa
muda dan up to date
c.
Dimensi competence menggambarkan kepribadian yang dapat diandalkan atau
sesuai harapan.
d.
Dimensi sophistication merupakan dimensi kepribadian pembentuk pengalaman
yang memuaskan.
e.
Dimensi ruggedness menggambarkan kepribadian yang keras. Karakter dalam
dimensi ini adalah merek yang dikaitkan dengan manfaat suatu merek dalam
menunjang kegiatan luar rumah dan atau kekuatan produk
Dimensi
ini kemudian dikembangkan oleh Kotler & Amstrong (2012) dengan menambahkan
berbagai indicator yang dapat diruaikan sebagai berikut:
Aaker
(1997) mengembangkan 5 dimensi merek personality yang terdiri dari Sincerity,
Excitement, Competence, Sophistication dan Rugedness. Dimensi ketulusan merek
terdiri dari beberapa item yaitu rendah hati, jujur, sederhana, dan ceria.
Dimensi Excitement terdiri dari berani, semangat, imajinatif dan modern.
Dimensi kompetensi terdiri dari dapat diandalkan, pandai dan sukses. Dimensi
sophistication terdiri dari glamor dan pesona. Dimensi ruggedness terdiri dari
gagah dan kuat. Seperti yang ditunjukan pada Gambar 2.2.
a.
Pertama adalah Sincerity (Down-to-earth, family-oriented, small town, honest, sincere,
realistic, wholesome, original, cheerful, sentimental and friendly).
Dimensi ini menunjukkan sifat manusia yang tulus. Jika diaplikasikan pada merek
dimensi sincerity atau kesungguhan
hati ini mencerminkan bagaimana merek benar-benar menunjukkan konsistensinya
dalam memenuhi need (kebutuhan), want (keinginan), dan expectation (harapan) dari konsumen.
b.
Kedua adalah excitement (Contemporary, independent, up-to-date, unique, imaginative,
young, cool, sprited, exciting, trendy and daring). Excitement artinya
kegembiraan, bagaimana sebuah merek mampu memberikan kesenangan pada
pemakainya.
c.
Ketiga adalah dimensi Competence (Reliable, hardworking, sincere,
intelligent, technical, corporate, successful, leader and confident).
Dimensi Competence ini menunjukkan
bahwa suatu merek punya kemampuan untuk menunjukkan keberadaanya di pasar.
d.
Keempat adalah dimensi sophisticating (Upper class, glamor,
good-looking, charming, feminine and smooth). Dimensi ini lebih mengacu pada
bagaimana suatu merek memberikan nilai bagi konsumennya. Ada dua elemen yaitu
upper class dan charming.
e.
Dimensi yang kelima adalah rugedness (Outdoorsy, masculine, western, tough, and rugged).
Dimensi ini menunjukkan bagaimana sebuah merek mampu bertahan di tengah
persingan merek-merek lain. Elemen outdoorsy mengacu pada sifat kokoh dan
maskulin, sedangkan tough menunjukkan elemen yang kuat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar