Menurut Jogiyanto (2009) bahwa
investasi adalah penundaan konsumsi sekarang untuk dimasukkan ke aktiva
produktif selama periode waktu tertentu. Dahulu kita mengenal jenis investasi
yang berupa tabungan, deposito atau investasi dalam sektor riil seperti rumah,
tanah dan lainnya. perkembangan perekonomian yang begitu pesat berimbas semakin
berkembangnya jenis investasi yang tersedia saat ini, seperti contohnya saham,
reksadana dan obligasi. Jenis investasi yang dipilih sangat berpengaruh
terhadap seberapa besar keuntungan yang diperoleh dari investasi tersebut. Saat
ini pilihan investasi berupa tabungan dan deposito tidak lagi menjadi suatu
investasi yang menarik bagi orang-orang yang mengerti tentang perkembangan
investasi karena tingkat pengembalian yang dihasilkan kecil. Investor lebih
memilih untuk berinvestasi di saham atau obligasi karena memberikan keuntungan
yang besar walaupun memiliki risiko yang besar juga.
Menurut
Sunariyah (2014) bahwa investasi adalah penanaman modal untuk satu atau lebih
aktiva yang dimiliki dan biasanya berjangka waktu lama dengan harapan
mendapatkan return di masa yang akan datang. Keputusan penanaman modal tersebut
dapat dilakukan oleh individu atau suatu entitas yang mempunyai kelebihan dana.
Menurut Tandelilin (2011), investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau
sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini dengan tujuan memperoleh
sejumlah keuntungan dimasa yang akan datang. Menginvestasikan sejumlah dana
pada asset riil (tanah, emas, mesin atau bangunan), maupun aset finansial
(deposito, saham ataupun obligasi) merupakan aktivitas investasi yang umumnya
dilakukan. Menurut Halim (2013)
investasi selalu memiliki dua sisi, yaitu return dan risiko. Dalam berinvestasi
berlaku hukum bahwa semakin tinggi return yang ditawarkan maka semakin tinggi
pula risiko yang harus ditanggung investor. Investor bisa saja mengalami
kerugian bahkan lebih dari itu bisa kehilangan semua modalnya. ). Dengan
demikian risiko merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan
dalam analisis investasi, karena setiap pilihan investasi selalu mengandung
risiko dan risiko inilah yang mempengaruhi keuntungan yang akan diperoleh
pemodal dari investasinya. Risiko merupakan variabilitas return realisasi
terhadap return yang diharapkan. Risiko berhubungan dengan ketidak pastian.
Pemodal dalam berinvestasi akan mendapatkan return di masa datang dengan nilai
yang belum diketahui. Pemodal dalam berinvestasi cenderung untuk menghindar
dari kemungkinan menanggung risiko, tetapi pemodal tidak dapat terbebas dari
risiko
Holiis dan Nell(1995) berpendapat bahwa setiap
investor berusaha untuk menentukan pilihan yang rsional dengan memilih
investasi degan resiko yang terkecil dengan tingkat return tertentu atau
memilih investasi dengan return
tertinggi dengan resiko tertentu.
Oleh karena itu keputusan investasi merupakan keputusan yang sangat penting
dalam suatu usaha baik pasa saat usaha dididirkan maupaun saat terjadinya
ekpansi atau perluasan usaha. Pendapat
Hartono (2009:10) memperjelas
bahwa keputusan investasi
merupakan langkah awal untuk menentukan jumlah aktiva yang
dibutuhkan perusahaan secara keseluruhan sehingga keputusan investasi
ini merupakan
keputusan terpenting yang dibuat oleh perusahaan.
Keputusan
investasi mempunyai dimensi waktu jangka panjang, sehingga keputusan yang akan
diambil harus dipertimbangkan dengan baik, karena mempunyai konsekuensi
berjangka panjang pula. Keputusan investasi sering disebut sebagai capital budgeting yakni keseluruhan
proses perencanaan dan pengambilan keputusan mengenai pengeluaran dana yang
jangka waktu kembalinya dana tersebut melebihi satu tahun.
Berdasarkan
uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa keputusan investasi adalah suatu keputusan untuk
mengalokasikan dana yang bersumber atau
berasal dari dalam maupun luar perusahaan yang akan di wujudkan dalam berbagai
bentuk investasi baik dalam jangka panjang yang akan dikelola untuk mendatangkan
keuntungan bagi perusahaan di masa yang akan datang.Dengan demikian keputusan investasi yang akan dilakukan pada sektor
riil menjadi sangat penting dikarenakan melibatkan pilihan bentuk investasinya
dan sumber yang akan digunakan maupun tujuan memperoleh keuntungan di masa yang
akan datang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar