Rabu, 22 April 2020

Kematian (skripsi dan tesis)

Definisi kematian ialah saat dimana berakhirnya fungsi biologis tertentu, seperti pernafasan dan tekanan darah serta kakunya tubuh, hal tersebut telah dianggap cukup jelas menjadi tanda-tanda kematian (Santrock 2004: 263). Ann dan Lee (2001: 385) menjelaskan beberapa jenis kematian, yaitu: 
a. Kematian yang diantisipasi Fenomena dukacita yang diantisipasi (anticipatory grief), dapat dipahami sebagai reaksi akan kesadaran terhadap kehilangan di waktu yang akan datang. Beberapa orang percaya bahwa kematian yang telah diketahui atau diantisipasi terlebih dahulu, seperti kasus penyakit yang kronis atau berkepanjangan, dapat memudahkan orang-orang untuk mengatasi rasa kehilangan daripada kematian yang tiba-tiba. 
d. Kematian mendadak Kematian mendadak muncul dalam konteks tertentu, contohnya, perang mengakibatkan suatu keadaan tertentu yang melingkupi kematian, dan keadaan ini mempengaruhi bagiamana subjek berhadapan dengan kehilangan. Seseorang yang kehilangan karena kematian yang mendadak biasanya menginginkan informasi secepatnya dan biasanya yang detail mengenai penyebab kematian, guna membantu mereka mulai merasakan kehilangan tersebut. 
b. Bunuh diri Orang-orang yang mengalami kehilangan orang yang disayangi karena bunuh diri seringkali merasa bingung. Dampak dari bunuh diri tersebut dapat meningktkan parasaan bermasalah pada subjek. Jika seseorang yang dekat dengan kita dalam keadaan terluka dan akhirnya mati karena bunuh diri. Disamping perasaan bersalah dan timbul petanyaanpertanyaan penyesalan, para survivor dapat memiliki perasaan marah yang kuat dan mempersalahkan orang yang mati karena bunuh diri.
 c. Pembunuhan Ketika seorang yang disayangi meninggal karena menjadi korban pembunuhan, mereka yang ditinggalkan dapat merasa bahwa dunia menjadi berbahaya, kejam, tidak aman, dan tidak adil. Berhubungan dengan kejahatan criminal dapat memperluas dukacita yang normal saat kasus itu berlanjut, karena tidak ada jaminan hasilnya nanti akan adil bagi subjek.
 d. Bencana Orang yang selamat dari bencana dimana orang lain tidak selamat (meninggal) menjadikan mereka disebut survivor dua kali, pertama mereka survivor dari bencana yang besar yang bisa saja mengakhiri hidup mereka, juga survivor dari kematian orang lain, baik teman maupun saudara. Dikarenakan para survivor merasa mereka tidak pantas untuk hidup sedangkan orang lain tidak (mati), maka perasaan bersalah yang mendalam dapat mengikuti dukacita dan kesedihan mereka yang mendalam.

Tidak ada komentar: