Definisi kematian ialah saat dimana
berakhirnya fungsi biologis tertentu, seperti
pernafasan dan tekanan darah serta kakunya
tubuh, hal tersebut telah dianggap cukup jelas
menjadi tanda-tanda kematian (Santrock 2004:
263). Ann dan Lee (2001: 385) menjelaskan
beberapa jenis kematian, yaitu:
a. Kematian yang diantisipasi
Fenomena dukacita yang diantisipasi
(anticipatory grief), dapat dipahami sebagai reaksi
akan kesadaran terhadap kehilangan di waktu
yang akan datang. Beberapa orang percaya
bahwa kematian yang telah diketahui atau
diantisipasi terlebih dahulu, seperti kasus
penyakit yang kronis atau berkepanjangan,
dapat memudahkan orang-orang untuk
mengatasi rasa kehilangan daripada kematian
yang tiba-tiba.
d. Kematian mendadak
Kematian mendadak muncul dalam
konteks tertentu, contohnya, perang
mengakibatkan suatu keadaan tertentu yang
melingkupi kematian, dan keadaan ini
mempengaruhi bagiamana subjek berhadapan
dengan kehilangan. Seseorang yang kehilangan
karena kematian yang mendadak biasanya
menginginkan informasi secepatnya dan
biasanya yang detail mengenai penyebab
kematian, guna membantu mereka mulai
merasakan kehilangan tersebut.
b. Bunuh diri
Orang-orang yang mengalami kehilangan
orang yang disayangi karena bunuh diri
seringkali merasa bingung. Dampak dari bunuh
diri tersebut dapat meningktkan parasaan
bermasalah pada subjek. Jika seseorang yang
dekat dengan kita dalam keadaan terluka dan
akhirnya mati karena bunuh diri. Disamping
perasaan bersalah dan timbul petanyaanpertanyaan penyesalan, para survivor dapat
memiliki perasaan marah yang kuat dan
mempersalahkan orang yang mati karena bunuh
diri.
c. Pembunuhan
Ketika seorang yang disayangi meninggal
karena menjadi korban pembunuhan, mereka
yang ditinggalkan dapat merasa bahwa dunia
menjadi berbahaya, kejam, tidak aman, dan
tidak adil. Berhubungan dengan kejahatan
criminal dapat memperluas dukacita yang
normal saat kasus itu berlanjut, karena tidak ada
jaminan hasilnya nanti akan adil bagi subjek.
d. Bencana
Orang yang selamat dari bencana dimana
orang lain tidak selamat (meninggal)
menjadikan mereka disebut survivor dua kali,
pertama mereka survivor dari bencana yang besar
yang bisa saja mengakhiri hidup mereka, juga
survivor dari kematian orang lain, baik teman
maupun saudara. Dikarenakan para survivor
merasa mereka tidak pantas untuk hidup
sedangkan orang lain tidak (mati), maka
perasaan bersalah yang mendalam dapat
mengikuti dukacita dan kesedihan mereka yang
mendalam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar