a). Bronkhitis
Inflamasi pada cabang trakheobronkial tidak
termasuk alveoli.Tanda dan gejala dari bronkhitis akut adalah batuk, pilek,
pusing, demam jarang hingga 390C. Batuk merupakan tanda utama dari
bronkhitis, frekuensi batuk non produktif, tetapi berkepanjangan.Bronkhitis
disebabkan oleh virus (Rhinovirus,
Adenovirus) dan bakteri (Myoplasma
pneumonia, Chlamydia pneumonia, Bordetella pertussis) (Sukandar dan
Retnosari 2008). Diagnosis bronkhitis dilakukan dengan cara: Tes C-reactif
protein (CRP) dengan sensitifitas sebesar 80-100%, namun hanya menunjukkan
60-70% spesifitas dalam mengidentifikasi infeksi bakteri. Metode lainnya adalah
pemeriksaan sel darah putih (Depkes RI 2005).
b).
Pneumonia
Pneumonia
adalah infeksi akut parenkim paru yang meliputi alveolus dan jaringan
interstitial. Walaupun banyak pihak yang sependapat bahwa pneumonia merupakan
suatu keadaan inflamasi, namun sangat sulit untuk membuat suatu definisi
tunggal yang universal. Pneumonia didefinisikan berdasarkan gejala dan tanda
klinis, serta perjalanan penyakitnya. World
Health Organization (WHO) mendefinisikan pneumonia hanya berdasarkan
penemuan klinis yang didapat pada pemeriksaan inspeksi dan frekuensi
pernapasan. Pneumonia merupakan penyakit yang menjadi masalah di berbagai
negara terutama di negara berkembang termasuk Indonesia. Insidens pneumonia
pada anak.
Gejala
berupa demam meningkat, batuk produktif sputum berwarna atau berdarah, nyeri
dada, dan takikardia. Diagnosis
berupa tes thorax dan tes darah (leukositosis meningkat, gas darah O2
arteri rendah). Amoksisilin merupakan pilihan pertama untuk antibiotik oral
pada anak <5 span="" tahun="">. Antibiotik
intravena yang danjurkan adalah: ampisilin dan kloramfenikol, co-amoxiclav, ceftriaxone,
cefuroxime, dan cefotaxime (IDAI, 2009). 5>
Tidak ada komentar:
Posting Komentar