Sistem
informasi akuntansi yang baik dalam pelaksanaannya diharapkan akan memberikan
atau menghasilkan informasi-informasi yang berkualitas serta bermanfaat bagi
pihak manajemen khususnya, serta pemakai-pemakai informasi lainnya dalam
pengambilan keputusan. Sistem informasi akuntansi yang baik dirancang dengan
sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi fungsinya, yaitu mengasilkan informasi
akuntansi yang tepat waktu, relevan dan dipercaya. Selain itu dalam suatu
sistem informasi akuntansi terdapat unsure fungsi pengendalian sehingga
mengurangi terjadinya ketidakrelevanan atau ketidak pastian penyajian
informasi. Oleh karena itu, baik buruknya suatu sistem informasi dapat
mempengaruhi fungsi manajemen dalam melakukan pengendalian internal karena
informasi yang dihasilkan dapat dipergunakan untuk hal pengambilan keputusan.
Fungsi
sistem informasi akuntansi menurut Azhar Susanto (2008:8) adalah:
1.
Mendukung aktivitas sehari-hari perusahaan
2.
Mendukung proses pengambilan keputusan
3.
Membantu dalam memenuhi tanggung jawab pengelolaan perusahaan.
Sedangkan
menurut Romney dan Steinbart (2009:29) fungsi sistem informasi akuntansi adalah
:
1. Collect and store data about organizational activities, resources and
personal.
2. Transform data into information that is useful for making decisions so
management can plan, execute, control and evaluate activities, resources and
personel.
3. Provide adequate controls to safeguard the organization’s assets,
including its data, to ensure that the assets and data are available when
needed and the data are accurate and reliable”.
Pernyataan
Romney dan Steinbart (2009:30) menyatakan bahwa fungsi sistem informasi
akuntansi adalah sebagai berikut:
1.
Mengumpulkan dan menyimpan data tentang
aktivitas-aktivitas yang dilaksanakan oleh organisasi, sumber daya yang
dipengaruhi oleh aktivitas-aktivitas tersebut, dan para pelaku yang terlibat
dalam berbagai aktivitas tersebut.
2.
Mengubah data menjadi informasi yang
berguna bagi pihak manajemen untuk membuat keputusan dalam aktivitas
perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi.
3.
Menyediakan pengendalian yang memadai
untuk menjaga asset-aset organisasi, termasuk data organisasi, untuk memastikan
bahwa data tersebut tersedia saat dibutuhkan, akurat, dan andal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar