Behavioral finance theory, atau
teori perilaku keuangan merupakan integrasi
dari ekonomi klasik dan keuangan dengan
psikologi dan ilmu pengambilan keputusan
(Fuller,1998). Teori perilaku keuangan mulai
dikenal sebagai teori yang memberikan
alternatif pandangan dalam pasar keuangan
yaitu pasar tidak diharapkan menjadi
efisien dan sistematik, investor tidak
selamanya bertindak secara rasional
sepenuhnya. Teori keuangan standar didasari
dengan hipotesa pasar efisien dan teori
Capital Asset Pricing Model (CAPM)
dalam kaitannya pembentukan harga pasar
dan imbal hasil serta risikonya. Pada teori
perilaku keuangan, pembentukan harga
dan imbal hasil tidak selamanya terjadi
pada pasar efisien namun terdapat asumsi
dasar yaitu faktor sentimen dan
keterbatasan arbitrase (limited arbitrage)
turut menjadi dasar dalam pasar keuangan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar