Sebelum melakukan penyelesaian dengan pemrograman linier hal yang harus
dilakukan terlebih dahulu yaitu dengan cara merumuskan permasalahan yang ada
dengan aturan yang berlaku dalam pemrograman linier yaitu menentukan fungsi
tujuan (objective function) dan fungsi kendala atau batasan (constraint). Seperti
yang dijelaskan oleh Henry Bustani (2005:7) dengan merumuskan pemrograman
linier sebagai berikut :
1. Formulasi pemrograman linier hanya akan mempunyai fungsi tujuan
maksimasi atau minimasi.
2. Fungsi tujuan untuk keuntungan, pendapatan (revenue), dan sejenisnya
adalah maksimal. Sedangkan fungsi tujuan untuk biaya dan waktu biasanya
adalah minimasi.
3. Untuk kapasitas produksi atau sumber daya yang terbatas, tanda batasan yang
digunkan biasanya “≤” atau “=” tergantung kondisi. Untuk tanda “≤”, sumber
daya yang digunakan dapat lebih kecil atau sama dengan ketersediaan sumber
daya tersebut. Sedangkan untuk tanda “=” sumber daya yang dugunakan
harus sama dengan ketersediaan sumber daya tersebut. Karena itu,
penggunaannya tergantung pada kondisi di lapangan.
4. Untuk permintaan akan sumber daya, tanda batasan yang digunakan biasanya
“≥” atau “=”, tergantung dari kondisi. Untuk tanda “≥” sumber daya yang diperlukan dapat lebih besar atau sama dengan kebutuhan sumber daya
tersebut. Karena itu, penggunaannya tergantung pada kondisi di lapangan.
5. Untuk fungsi tujuan maksimasi maka fungsi kendala harus mempunyai
minimal satu fungsi yang mempunyai tanda batasan “≤” atau “=” kerana
apabila tidak maka solusi yang didapat adalah unbound solution.
6. Untuk tujuan minimasi, maka fungsi kendala harus mempunyai minimal satu
fungsi yang mempunyai tanda batasan “≥” atau “=” karena apabila tidak
maka solusi yang didapat adalah unbound solution
Tidak ada komentar:
Posting Komentar