Menurut Becker dkk (2013) bahwa banyak kasus yang
memiliki heterogenitas yang tidak teramati dapat menyamarkan
beberapa hubungan yang berbeda antara konsep laten dalam suatu
model kausal. Penelitian baru-baru ini telah menerapkan teknik
kelas laten untuk mengevaluasi model jalur PLS. Oleh karena itu,
perlu diterapkan beberapa jenis segmentasi berbasis respon laten
yang memungkinkan adanya identifikasi heterogenitas yang tidak
teramati.
Di antara teknik terbaru yang ada, metode hill-climbing (misalnya Becker dkk, 2013) adalah salah satu contoh sangat baik
karena pengukurannya menggunakan pendekatan distribusi bebas
untuk SEM-PLS. Metode POS tidak menggunakan indeks apapun
seperti BIC, AIC atau CAIC untuk memilih jumlah segmen
terbaik. PLS-POS merupakan salah satu metode segmentasi yang
berorientasi pada prediksi hubungan antar konstruk dan secara
khusus dikembangkan untuk melengkapi pemodelan jalur pada
PLS. Metode ini mengikuti pendekatan clustering yang
menempatkan observasi secara deterministik dalam kelompok
dan menggunakan ukuran jarak untuk menempatkan ulang
observasi ke dalam kelompok yang lebih tepat untuk
meningkatkan kekuatan prediksi model R2
dari variabel laten
endogen.
Kelebihan dari PLS-POS antara lain yaitu merupakan
pendekatan berbasis nonparametrik yang bebas dari asumsi
distribusi, serta mampu mengungkap heterogenitas pada model
struktural dan model pengukuran. Selain itu juga dapat
diaplikasikan pada semua model jalur tanpa memperhatikan jenis
model pengukuran, distribusi data, ukuran sampel, ukuran
segmen relatif, multikolinearitas, maupun kompleksitas model
struktural (Becker dkk, 2013). Metode PLS-POS juga dapat
mendeteksi heterogenitas pada model reflektif jika terdapat
heterogenitas pada model struktural, yaitu jika heterogenitas pada
model pengukuran reflektif merupakan sumber dari heterogenitas
yang ada pada model struktural. Berikut ini merupakan algoritma
dalam PLS-POS.
1. Membentuk segmentasi awal untuk memulai algoritma
2. Menghitung estimasi PLS kelompok tertentu untuk model
jalur
3. Menentukan hasil dari kriteria objektif
4. Membentuk daftar calon observasi untuk dilakukan
penempatan ulang
5. Meningkatkan hasil segmentasi
23
6. Jika maksimum jumlah iterasi atau kedalaman pencarian
maksimum telah tercapai, proses berhenti. Jika tidak,kembali
ke langkah ke 2. Ulangi sampai tahap berhenti.
7. Menghitung estimasi model jalur PLS kelompok tertentu dan
memberikan hasil akhir segmentasi.
Kriteria objektif yang dimaksud dalam PLS-POS adalah
memaksimalkan jumlah nilai R2
variabel laten endogen. Sesuai
dengan tujuan algoritma PLS, fokus dari PLS-POS adalah
memaksimalkan prediksi dari setiap kelompok dengan cara
meminimumkan jumlah residual kuadrat variabel laten endogen
pada model jalur PLS. Oleh karena itu, kriteria objektif diwakili
oleh penjumlahan dari nilai R2
setiap kelompok yang
didefinisikan dan dihitung secara eksplisit di dalam algoritma
PLS-POS. Setiap penempatan observasi pada PLS-POS
meyakinkan peningkatan kriteria objektif karena berdasar pada
pendekatan hill climbing. Kriteria objektif ini cocok untuk
diaplikasikan pada semua model jalur PLS, terlepas dalam model
tersebut melibatkan pengukuran reflektif maupun pengukuran
formatif. Ukuran jarak total yang digunakan dalam PLS-POS,
yaitu (Becker, 2013)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar