Salah satu perhatian penting dalam penerapan SEM-PLS
aadalah segementasi atau pengelompokan.Tujuan pengelompokan adalah membentuk observasi ke dalam kelompok dengan
karakteristik yang sama atau serupa sehingga mampu
meningkatkan kekuatan prediksi model. Prosedur segmentasi
melibatkan pemeriksaan homogenitas atau heterogenitas pada
pengamtan. Namun studi terdahulu dalam SEM sering
mengasumsikan bahwa data yang dikumpulkan dari observasi
telah homogeny atau dengan kata lain suatu model dengan nilai
parameter yang sam cukup mempresentasikan seluruh observasi
(Trujilo, 2009). Bagaimanapun, asumsi homogenitas ini sering
tidak realistis dan diragukan karena data dikumpulkan dari
observasi dengan latar belakang dan karakteristik beragam,
seperti gender, kelompok umur, tingkat pendidikan, kultur
budaya, status perkawinan, dan sebagainya
Mengasumsikan homogenitas pada data dapt mendorong
analisis membuat keputusan yang tidak akurat, keliru dan
menghasilkan kesimpulan yang lemah. Oleh karena itu perlu
mengasumsikan adanya heterogenitas pada populasi terkait
perbedaan karakteristik setiap observasi (Trujilo, 2009). Dengan
asumsi heterogenitas, berimplikasi bahwa terdapat lebih dari satu
set estimasi parameter untuk dapat memberikan gambaran yang
tepat terhadapa fenomena penelitian.
Becker dkk (2013) menyatakan bahwa mengabaikan adanya
heterogenitas tidak teramati dapat menimbulkan kerugian yang
besar terhadap hasil estimasi PLS. Selain estimasi parameter
bersifat bias, beberapa akibat lain seperti:
a. Koefisien jalur yang tidak signifikan pada level kelompok
(local group) menjadi signifikan pada level keseluruhan
sampel yang mengkombinasikan kelompok
b. Perbedaan tanda pada estimasi parameter antar kelompok
termanifestasi pada hasil yang non signifikan pada level
keseluruhan sampel
c. Variansi yang dapat dijelaskan model (R2
dari variabel
endogen) menurun.
Beberapa pendekatan yang dapat digunakan untuk
mengurangi bias pada estimasi parameter dan menghindarkan
21
kesalahan yang ditimnulkan karena mengabaikan heterogenitas
tidak teramati pada model jalur PLS antara lain FIMIX-PLS,
REBUS –PLS, dan PLS-POS (Becker dkk, 2013)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar