Menurut Mulyono (2007) metode simpleks pertama kali diperkenalkan
oleh G. B. Dantzig pada tahun 1947. Metode ini menyelesaikan masalah LP
melalui perhitungan-ulang (iteration) di mana langkah-langkah perhitungan
yang sama diulang berkali-kali sebelum solusi optimum dicapai.
Dalam menggunakan meode simpleks untuk menyelesaikan masalahmasalah LP, model LP harus diubah ke dalam bentuk umum yang dinamakan
bentuk baku atau standart form. Ciri-ciri bentuk baku model LP adalah :
1. Semua kendala berupa persamaan dengan sisi kanan nonnegatif
2. Semua variabel nonnegatif
3. Fungsi tujuan dapat maksimum maupun minimum
Berikut adalah cara merubah ke bentuk baku :
1. Kendala
a. Suatu kendala jenis ≤ (≥) dapat diubah menjadi suatu persamaan dengan
menambahkan suatu variabel slack sisi kiri kendala
b. Sisi kanan suatu persamaan dapat selalu dibuat nonnegatif dengan cara
mengalikan kedua sisi dengan -1
c. Arah pertidaksamaan dibalik jikan kedua sisi dikalikan dengan -1
9
2. Variabel
Sebagian atau semua variabel dikatakan unrestricted jika merekan
dapat memiliki nilai negative maupun positif. Variabel unrestricted dapat
diekspresikan dalam variabel nonnegatif dengan menggunakan subtitusi.
3. Fungsi tujuan
Meskipun model LP dapat berjenis maksimisasi maupun minimisasi,
terkadang bermanfaat untuk mengubah salah satu bentuk ke bentuk lain.
Maksimisasi dari suatu fungsi adalah ekuivalen dengan minimisasi dari
negative fungsi yang sama dan sebaliknya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar