Pada studi cross sectional pengukuran variabel dilakukan hanya satu kali,
pada satu saat; jadi pada studi ini tidak ada tindak lanjut atau follow-up.
Studi cross sectional dapat bersifat deskriptif ataupun analitik. Studi cross
sectional deskriptif dikenal sebagai studi prevalens. Pada studi cross sectional
analitik yang mencari hubungan antar-variabel, variabel bebas dan luaran
dinilai simultan pada satu saat.
Analisis statistika pada studi cross sectional analitik bergantung pada jenis
data yang ada. Untuk data numerik (misal perbandingan kadar kolesterol
antara dua kelompok) digunakan uji-t untuk data independen atau untuk
data berpasangan. Untuk data nominal analisis dilakukan dengan uji kaikuadrat (data independen) atau uji McNemar untuk data berpasangan.
Bila yang diteliti adalah faktor risiko dan luarannya nominal 2 nilai (sakit
atau tidak) maka dapat dihitung rasio prevalens yang perhitungan dan
interpretasinya sama dengan risiko relatif pada studi kohort). Studi cross
sectional juga tidak jarang digunakan untuk menilai beberapa faktor risiko
sekaligus untuk terjadinya luaran. Untuk tujuan ini digunakan analisis
multivariat; bila semua faktor risiko dan luaran variabel berskala numerik digunakan regresi multipel, sedangkan bila luarannya nominal dan faktor
risikonya berbagai jenis variabel digunakan regresi logistik. Bentuk khusus
studi cross sectional yang sering dicari pada PTK adalah uji diagnostik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar