Secara sederhana, kita mengetahui bahwa istilah media bisa dijelaskan
sebagai alat komunikasi sebagai mana definisi yang sering kita ketahui.
Terlepas dari bagaimana kita mengungkapkan media, kita dapat memahami
pengertian media tersebut dari bagaimana proses komunikasinya terjadi.
Seperti pada proses komunikasi khususnya proses yang terjadi didalam
periklanan, yaitu ada objek, organ dan medium (media), dimana yang
menjadi objek adalah gambar, tulisan atau bahkan video, kemudian yang
menjadi organ adalah panca indra kita seperti mata dan telinga, dan yang
terakhir adalah media yaitu media periklanan yang digunakan, seperti media
online dan lain-lain. Media berperan sebagai perantara antara objek dan
organ, begitu juga dalam periklanan media menjadi perantara antara objek
dari produsen dan organ dari konsumen.
Menurut Belch, media (medium) adalah kategori umum dari sistem
pengiriman pesan yang mencakup media penyiaran (televisi dan radio), media cetak (surat kabar dan majalah), surat, iklan luar ruang (outdoor
advertising), dan media pendukung lainnya (Morissan, 2010: 179).
Ada banyak ahli yang menjelaskan mengenai media iklan, untuk itu
media iklan secara garis besar dikelompokkan menjadi 2, yaitu:
- Above the line/ up the line (media lini atas), yang meliputi :
surat kabar, majalah, televisi, radio, dan media luar ruang,
- Below the line/ under the line (media lini bawah), yang
meliputi : pameran, direct mail, kalender, dan sebagainya.
Seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi, maka peluang
bagi para pengiklan untuk memanfaatkan teknologi yang ada juga semakin
besar untuk memuaskan kebutuhan khalayak mengenai informasi produk
mereka. Hal ini bisa kita lihat semakin berkembangnya media iklan dari
media tradisional seperti iklan di televisi, radio, dan cetak menjadi iklan di
media baru yaitu internet.
Perkembangan iklan di internet juga didukung dengan media sosial
yang semakin ramah dikalangan masyarakat tanpa mengenal latar belakang
penggunanya yang berbeda-beda. Banyaknya media sosial yang
berkembang membuat khalayak dengan mudah dapat memilih akan
menggunakan media yang mana, begitu juga dengan para pengiklan atau
pemasar. Line, Path, Instagram, Facebook, Twitter, Ask.fm, Snapchat, Blog
adalah media sosial yang sekarang banyak digunakan oleh khalayak ramai.
Banyaknya penggunaan media sosial oleh khalayak membuat tujuan
awal dari situs-situs tersebut sebagai pencari pertemanan berkembang
menjadi media periklanan. Para pengiklan dan pemasar tentunya
mengoptimalkan penggunaan media sosial menjadi lebih luas sebagai media
beriklan. Hal ini memang dimungkinkan karena dukungan fitur-fitur yang
tersedia dalam situs tersebut.
Memilih media dan sarana, dalam berbagai kaitan merupakan yang
paling sulit dari semua keputusan komunikasi pemasaran karena banyaknya
keputusan yang harus dibuat. Selain menentukan kategori media umum
mana yang akan digunakan perencanaan media juga harus memilih sarana
khusus dalam setiap media dan memutuskan bagaimana mengalokasikan anggaran yang ada di antara berbagai alternatif media dan sarana (Shimp:
2004,4).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar