Konsumsi makanan berpengaruh terhadap status gizi seseorang. Status gizi
baik atau status gizi optimal terjadi bila tubuh memperoleh cukup zat-zat gizi yang
digunakan secara efisien, sehingga memungkinkan pertumbuhan fisik, perkembangan otak, kemampuan kerja, dan kesehatan secara umum pada tingkat
setinggi mungkin.
Gizi kurang merupakan suatu keadaan yang terjadi akibat tidak
terpenuhinya asupan makanan (Sampoerno, 1992). Gizi kurang dapat terjadi karena
seseorang mengalami kekurangan salah satu zat gizi atau lebih di dalam tubuh
(Almatsier, 2001).
Akibat yang terjadi apabila kekurangan gizi antara lain menurunnya
kekebalan tubuh (mudah terkena penyakit infeksi), terjadinya gangguan dalam proses
pertumbuhan dan perkembangan, kekurangan energi yang dapat menurunkan
produktivitas tenaga kerja, dan sulitnya seseorang dalam menerima pendidikan dan
pengetahuan mengenai gizi (Jalal dan Atmojo, 1998).
Gizi kurang merupakan salah satu masalah gizi yang banyak dihadapi oleh
negara-negara yang sedang berkembang. Hal ini dapat terjadi karena tingkat
pendidikan yang rendah, pengetahuan yang kurang mengenai gizi dan perilaku belum
sadar akan status gizi. Contoh masalah kekurangan gizi, antara lain KEP
(Kekurangan Energi Protein), GAKI (Gangguan Akibat Kekurangan Iodium),
Anemia Gizi Besi (AGB) (Apriadji, 1986).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar