Locus of control didefinisikan sebagai harapan umum bahwa hasil dalam
kehidupan dikendalikan baik oleh tindakan sendiri atau dengan kekuatan lain
(Spector, 1988). Locus of control adalah cara pandang seseorang terhadap suatu
peristiwa apakah dia merasa dapat atau tidak dapat mengendalikan peristiwa yang
terjadi padanya (Rotter, 1996). Locus of control sebagai suatu ciri watak
kepribadian memberikan pengaruh pada pembuatan keputusan dan tingkah laku
(Chiu, 2002).
Apabila seseorang berkomitmen terhadap profesinya dan memiliki locus of
control internal, lebih memiliki intensi untuk melakukan whistleblowing
dibandingkan yang memiliki locus of control external. Locus of control terbagi
menjadi dua, yaitu locus of control internal dan locus of control eksternal.
Individu dengan locus of control internal percaya bahwa peristiwa yang terjadi merupakan akibat dari perilaku atau tindakan mereka sendiri, mereka juga percaya
bahwa pengalaman mereka dikendalikan oleh kemampuan atau upaya mereka
sendiri (Rotter, 1996).
Sebaliknya, individu dengan locus of control eksternal mengganggap
keberhasilan yang dicapai dikontrol dari keadaan sekitarnya, cenderung percaya
bahwa peristiwa yang mereka alami merupakan takdir, nasib, kesempatan, atau
keberuntungan semata. Individu dengan locus of control Internal lebih puas akan
pekerjaannya dibandingkan locus of control eksernal (Spector, 1988). Atas dasar
itulah variabel locus of control dalam penelitian ini dikaitkan dengan niat seorang
individu untuk melakukan whistleblowing
Tidak ada komentar:
Posting Komentar