Minggu, 23 Februari 2020
Kontrol Dalam Eksperimen (skripsi dan tesis)
Konsep kontrol dalam eksperimen dipakai dalam berbagai
pengertian, yakni (1) Kemampuan mengendalikan situasi dimana eksperimen dilakukan
agar pengaruh dari luar (extraneous) dapat dihilangkan. Misal, ruangan dibuat kedap
suara, tabung uji dibuat steril dsb. Dalam ilmu sosial, laboratorium dapat melakukan
pengontrolan faktor eksternal, namun terkadang ada penelitian yang mengharuskan
dilakukan di seting lapangan. Pengontrolan terhadap variabel luar dapat dilakukan di
seting kelas dan penjara namun agak lebih sulit melakukan pengontrolan dalam seting
rumah atau kampung. Permasalahan utama adalah jumlah pengontrolan dan bukan bisa
dikontrol atau tidak sebab tidak ada sebuah lingkungan yang mampu dikontrol total, (2)
Kemampuan menentukan unit mana yang mendapatkan perlakuan tertentu pada waktu
tertentu, (3) Berkaitan dengan peniadaan ancaman terhadap kesimpulan yang valid (a)
dengan cara merancang dan menerapkan prosedur-prosedur riset. Pengertian ini diwakili
oleh pernyataan peneliti seperti: “Kami akan mengontrol pengetahuan responden
mengenai hipotesis eksperimen dengan cara memberikan kepada responden hipotesis
palsu” atau (b) dengan mengukur ancaman potensial kemudian menggunakan
pengukuran itu dalam analisis data untuk menghilangkan ancaman tadi. Pengertian ini
tercermin dalam pernyataan “Kami berusaha mengendalikan kemungkinan responden
yang diberi perlakuan lebih berpengalaman daripada kelompok tanpa perlakuan dengan
mengukur jumlah pengalaman yang dimiliki masing-masing dan mengendalikannya
dalam analisis statistik
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar