Empat tipe validitas:
1. Validitas kesimpulan Statistik.
Kesimpulan mengenai apakah masuk akal untuk menduga adanya kovariansi antara
perlakuan dan efek dalam level alpha dan varians tertentu.
Ancaman terhadap validitas kesimpulan statistik adalah ancaman dalam mengambil
kesimpulan yang valid mengenai apakah dua variabel covary, (a) Low statisticalpower, (b) Pelanggaran terhadap asumsi uji statistik, (c) Fishing and error rate
problem, (d) reliabilitas alat ukur, (e) reliabilitas implementasi perlakuan, (f) random
irrelevancies in the experimental setting, (g) random heterogeneity of respondents.
2. Validitas Internal.
Validitas internal menunjukkan apakah ada hubungan kausal antara dua variabel,
apakah hubungan kausal itu berasal dari variabel yang dimanipulasi (perlakuan) ke
variabel yang diukur.
Ancaman terhadap validitas internal: (a) Sejarah, menunjukkan perubahan perilaku
oleh karena peristiwa yang terjadi diantara prestes dan postes dan bukan kerena
perlakuan, (b) maturasi, menunjukkan perubahan perilaku oleh karena subjek
eksperimen bertambah dewasa, bijak, kuat, lebih berpengalaman antara pretes dan
postes dan bukan karena perlakuan, (c) Testing, menunjukkan efek karena
pengulangan pengukuran perilaku tertentu. Pengulangan akan membuat subjek
eksperimen lebih mengenal tesnya sehingga performans akan meningkat, (d)
Instrumentasi, menunjukkan perubahan perilaku karena perubahan yang dialami
instrumen antara pretes dan postes dan bukan karena efek perlakuan. Misalnya,
pengamat (yang melakukan observasi) perilaku berubah menjadi lebih berpengalaman
antara pretes dan postes, (e) regresi statistik, menunjukkan jika kelompok diberi
pretes dan alat ukur tidak reliabel, maka skor pretes tinggi akan menjadi skor postes
lebih rendah dan sebaliknya. Perubahan perilaku itu bukan karena efek perlakuan, (f)
seleksi, menunjukkan efek yang diakibatkan karena perbedaan jenis subjek antara
kelompok eksperimen yang satu dengan yang lain. Dalam eksperimen kuasi ancaman
seleksi sangat sering terjadi sebab kelompok yang berbeda akan mendapatkan
perlakuan berbeda dan bukan kelo mpok yang secara probabilistik setara seperti
halnya dalam rancangan eksperimen random, (g) mortalitas menunjukkan efek yang
disebabkan oleh jenis subjek yang berbeda yang mengundurkan diri dari kelompok
perlakuan selama eksperimen berlangsung. Hasil eksperimen merupakan artifak
seleksi sebab kelompok eksperimen terdiri dari subjek yang berbeda pada saat postes,
(h) Interaksi dengan seleksi seperti seleksi-maturasi, seleksi-sejarah, dan seleksiinstrumentasi, (i) difusi atau imitasi perlakuan. Jika kelompok-kelompok eksperimen,
karena secara fisik dekat, saling dapat berkomunikasi sehingga satu kelompok dapat
belajar informasi dari kelompok lain, (j) Penyamaan perlakuan sebagai imbangan.
Jika perlakuan memberikan manfaat positif pada kelompok eksperimen, maka
administrator memberi bagi kelompok kontrol usaha untuk menyamakan dengan
kelompok eksperimen, (k) Persaingan kompensatoris oleh responden yang menerima
perlakuan kurang bermanfaat. Jika penugasan subjek atau unit kedalam kelompok
perlakuan dan kelompok kontrol diumumkan secara publik maka persaingan akan
muncul. Kelompok kontrol akan termotivasi mengurangi perbedaan yang diharapkan.
Saretsky (1972) menyebut gejala ini “Efek John Henry” untuk menghormati seorang
pengebor baja yang mengetahui akan dibandingkan performansinya dengan pengebor
uap menjadi bekerja sangat keras dan mengungguli pengebor uap sehingga berakhir
dengan kematian, (l) Demoralisasi responden yang mendapatkan perlakuan yang
kurang menguntungkan. Kelompok yang mendapat perlakuan kurang menguntungkan
atau kelompok kontrol tanpa perlakuan akan memperlihatkan rasa permusuhan dandemoralisasi. Misalnya dalam industri kelompok kontrol akan mengurangi produksi
dan keuntungan perusahaan.
3. Validitas konstruk sebab putatif (yang diduga) dan efek
Validitas konstruk berkaitan dengan problem ”pencemaran” (confounding).
Pencemaran berarti bahwa apa yang ditafsirkan peneliti sebagai sebuah hubungan
kausal antara konstruk teoretis A dengan konstruk teoretis B oleh peneliti lain
ditafsirkan sebagai sebuah hubungan kausal antara konstruk A dengan Y atau antara
X dengan B.
Ancaman terhadap validitas konstruk sebab putatif dan efek akan
menggambarkan operasi-operasi yang gagal untuk memasukkan semua dimensi dari
sebuah konstruk atau operasi-operasi yang mema sukkan dimensi yang tidak relevan
dengan konstruk sasaran. Ancaman-ancaman itu misalnya (a) pernyataan
praoperasional yang tidak memadai sebuah konstruk. Pernyataan yang tepat tentang
konstruk sangat vital bagi validitas konstruk oleh karena pernyataan itu akan
menyesuaikan manipulasi dan pengukuran dengan definisi yang timbul dari
pernyataan tersebut, (b) mono-operation bias, (c) Mono-method bias, (d) Hypothesisguessing within experimental conditions, (e) Evaluation apprehension, (f) Harapan
eksperimenter
4. Validitas Eksternal
Validitas eksternal menunjuk pada (a) menggeneralisasikan kepada individu, seting,
dan waktu sasaran tertentu, serta (b) menggeneralisasikan kepada individu, seting
dan waktu lain.
Ancaman terhadap validitas eksternal (a) interaksi seleksi dengan perlakuan (b)
interaksi seting dengan perlakuan (c) interaksi sejarah dengan perlakuan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar