Citra merek menurut Rangkuti (2009; p.43), adalah
sekumpulan asosiasi merek yang terbentuk dibenak konsumen. Dalam
Rangkuti (2009; p.43) Aaker mendefinisikan Asosiasi merek sebagai
segala hal yang berkaitan dengan ingatan mengenai merek.
Berdasarkan Simamora (2003; p.47&63), citra merek adalah
sejumlah keyakinan tentang merek. Syarat merek yang kuat adalah
citra merek. Kotler juga mempertajam bahwa citra merek sebagai
posisi merek (brand position)
Dalam Simamora (2003; p.96), Aaker menyatakan bahwa citra
adalah seperangkat asosiasi unik yang igin diciptakan atau dipelihara
para pemasar. Asosiasi-asosiasi itu menyatakan apa sesungguhnya
merek dan apa yang dijanjikan pada konsumen. Jadi Aaker
menganggap citra merek sebagaimana merek dipersepsikan oleh
konsumen (Simamora 2003; p.63)
24
Menurut Low & Lamb (2000; p.4 yang dikutip oleh Farida &
Dini (2009; p.83-106), berpendapat bahwa untuk memahami citra
merek dengan baik harus memperhatikan keunikan karakteristik
produk.
Berdasarkan pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan,
brand image adalah sekumpulan asosiasi merek yang timbul di benak
konsumen karena bersifat unik dan memiliki komunikasi pemasaran
yang intensif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar