Senin, 16 Desember 2019

Konsep Willingness To Pay (WTP) (skripsi dan tesis)

Willingness to pay ialah harga tertinggi seseorang (konsumen) yang rela dibayarkan untuk mendapatkan suatu manfaat baik berupa barang atau jasa, serta menjadikan tolak ukur seberapa besar calon konsumen menghargai barang atau jasa tersebut. (Amelia, 2016). Willingness to pay merupakan nilai ekonomi yang diartikan sebagai pengukuran jumlah maksimum seseorang berkeinginan mengorbankan barang dan jasa untuk memperoleh barang dan jasa lainnya. Konsep keinginan membayar seseorang terhadap barang atau jasa yang dihasilkan oleh sumber daya alam dan lingkungan ini secara formal disebut dengan willingness to pay (Kamal, 2014). Willingness to pay merupakan harga maksimum dari suatu barang yang ingin dibeli oleh konsumen pada waktu tertentu (Zhao dan Kling, 2005). Willingness to pay sejatinya ialah harga yang dimana tingkat konsumen yang merefleksikan nilai, yaitu nilai barang dan jasa serta pengorbanan untuk mendapatkannya (Simonson & Drolet, 2003). Kesedian untuk membayar (willingness to pay) bisa diartikan sebagai kesedian masyarakat untuk menerima beban pembayaran, sesuai dengan besarnya jumlah yang sudah di tetapkan. Willingness to pay penting adanya untuk melindungi konsumen dari bahaya monopoli perusahaan yang berkaitan dengan harga serta penyediaan produk yang berkualitas (Grece L. dan Njo N., 2014). Analisis WTP menggunakan pendekatan yang di dasarkan pada presepsi peserta pengguna tarif pelayanan kesehatan yaitu dalam permasalahan kesehatan. Tamin Ofyar Z., dkk (1999) menyatakan terdapat 3 Faktor yang mempengaruhi WTP, yaitu : 
a. Dari pihak produsen, yaitu produksi jasa kesehatan yang diberikan oleh Rumah Sakit,
 b. dari pihak konsumen, yaitu utilitas peserta pengguna jasa kesehatan terhadap pelayanan yang diberikan oleh Rumah Sakit. Pendapatan peserta pengguna jasa kesehatan sangat menentukan pilihan kelas sesuai dengan tarif iuran, c. datang dari sarana dan prasarana, yaitu kualitas serta kuantitas yang diberikan oleh Rumah Sakit. Berdasarkan grafis, WTP ialah area yang berada dibawah kurva permintaan.Surplus Konsumen terbentuk ketika hasil hitungan WTP dikurangi dengan jumlah iuran yang dibayarkan oleh peserta (Kamal, 2014). 

Tidak ada komentar: